Ucapan Idul Fitri Pendok

Kerangka kerja EFECT untuk pendidikan antarprofesi dalam Patient-Centered Medical Home (PCMH)

http://chcw.org/wp-content/uploads/2014/03/patient-centered-medical-home-slide.jpg

Sudah menjadi sifat Patient-Centered Medical Home (PCMH) memerlukan model instruksi baru yang menyiapkan peserta didik terhadap peran yang diasumsikan harus dimiliki dalam praktik pelayanan kesehatan primer yang kini telah bertransformasi. Manuskrip ini menjelaskan kerangka kerja instruksi baru yang mencari untuk menggabungkan tujuan dari pelayanan berpusat pada pasien dan pendidikan antarprofesi, serta dapat diimplementasikan dalam lingkungan pelatihan yang telah ada seiring dengan transformasi praktik yang terus berkelanjutan. Penulis mengajukan 5 langkah proses, kerangka kerja EFECT, yang merupakan urutan tugas bersamaan dari pelayanan pasien yang efektif dan panduan bagi peserta didik dan pengajaran fakultas, serta mengevaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan. Langkah-langkah ini termasuk: (1) mengemukakan narasi berpusat pada pasien, (2) memfasilitasi diksusi tim antarprofesi, (3) Mengevaluasi bukti klinis, (4) menyusun rencana pelayanan bersama, (5) rekam jejak luaran. Penulis kemudian melaporakan luaran deskriptif preliminer dari pilot EFECT pertama. Penulis menyajikan kerangka ini untuk menstimulasi proses untuk menyusun kurikulum baru dan sarana evaluasi untuk mengukur dan meningkatkan fungsi peserta didik dalam lingkungan kedokteran rumah. Selengkapnya

Residen dokter keluarga Rwanda memperluas pelatihan menuju Afrika Selatan

rwanda-photo

Kedokteran Internasional elektif telah menjadi hal umum dalam pendidikan kedokteran secara global, dengan aliran mahasiswa secara umum dari “Utara” (negara maju) menuju “Selatan” (negara berkembang). Melalui artikel ini, penulis mengeksplorasi luaran pembelajaran dari residen dokter keluarga Rwanda yang telah menyelesaikan tahun terakhir elektif di Afrika Selatan. Penulis membandingkan luaran pembelajaran antara elektif Selatan-Selatan dan elektif Utara-Selatan dari literatur. Baca selengkapnya

Assessment of knowledge of Health Economics among Medical professionals

kedokteran

Kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental dan berintegrasi dengan kesejahteraan manusia. Kesehatan dan ekonomi suatu bangsa selalu saling berhubungan. Ekonomi kesehatan merupakan sub-disiplin dari ilmu ekonomi yang berurusan dengan isu kelangkaan sumber daya, biaya kesempatan (opportunity cost), prioritisasi, dan pilihan dalam sektor kesehatan. Meskipun spesialisasi ini memiliki kepentingan di seluruh dunia, ilmu ini tidak termasuk dalam kurikulum kedokteran di banyak negara berkembang dan pengetahuan mengenai kesehatan ekonomi di antara tenaga kesehatan sangat terbatas. Baca selengkapnya

Assessment of knowledge of Health Economics among Medical professionals

A study in Jimma University Medical school, Ethiopia

http://www.thoughtleaderselect.com/wp-content/uploads/2010/09/doctors-hcp.jpg

Kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental dan berintegrasi dengan kesejahteraan manusia. Kesehatan dan ekonomi suatu bangsa selalu saling berhubungan. Ekonomi kesehatan merupakan sub-disiplin dari ilmu ekonomi yang berurusan dengan isu kelangkaan sumber daya, biaya kesempatan (opportunity cost), prioritisasi, dan pilihan dalam sektor kesehatan. Meskipun spesialisasi ini memiliki kepentingan di seluruh dunia, ilmu ini tidak termasuk dalam kurikulum kedokteran di banyak negara berkembang dan pengetahuan mengenai kesehatan ekonomi di antara tenaga kesehatan sangat terbatas.

Nair dan Tushune kemudian melakukan studi untuk menilai seberapa besar pengetahuan dan bkessaran mengenai ekonomi kesehatan dan teknik evaluasi ekonomi di antara dokter di Etiopia. Studi ini menggunakan metode eksploratif kualitatif dengan mengumpulkan informasi melalui wawancara dengan 25 tenaga kesehatan yang dipilih secara random dari RS Universitas Jimma.

Dari studi tersebut, diperoleh hasil bahwa dari 25 responden tidak ada yang memiliki paparan akademik terhadap ekonomi kesehatan dan konsep yang berhubungan dengan ekonomi kesehatan pada tingkat sarjana/pascasarjana. Tenaga kesehatan yang memegang jabatan di bagian administrasi juga tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelatihan berkaitan dengan hal ini.

Diperoleh kesimpulan bahwa kurikulum kedokteran harus diperbarui seusai dengan kebutuhan, termasuk ekonomi kesehatan. Para tenaga kesehatan dan   perumus kebijakan harus familiar dengan langkah untuk mengalokasikan sumber daya yang berharga dalam cara yang efektif, terutama dalam konteks setting sumber daya yang buruk.

pdf-icon-kecil Assessment of knowledge of Health Economics among Medical professionals