Ucapan Idul Fitri Pendok

Penolakan Uji Materi UU Dikdok 2013 oleh Mahkamah Konstitusi

http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/10/03/224464_sidang-di-mahkamah-konstitusi_663_382.jpg

Dokter Layanan Primer atau DLP merupakan suatu disiplin pendidikan baru setara spesialis dalam profesi dokter. Sebagai salah satu syarat dari instansi pelayanan kesehatan untuk dapat bekerja sama dengan BPJS, DLP menuai banyak kontroversi. Beberapa pihak pro terhadap DLP untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional. Sedangkan pihak lain kontra terhadap DLP karena menciptakan kelas baru dalam kedokteran, di luar dokter dan dokter spesialis-subspesialis, selain itu keberadaan dokter layanan primer menjadi penghambat pemenuhan hak konstitusional masyarakat atas pelayanan kesehatan yang dijamin dalam UUD 1945. DLP ini telah diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2013 (UU Pendidikan Kedokteran). Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) telah mengajukan permohonan uji materiil dari UU tersebut yang kemudian ditolak seluruhnya oleh Mahkamah Konstitusi pada sidang putusan yang digelar pada Senin (7/12).

Baca putusan MK lebih lengkap pada Klik DISINI

MENCARI INKLUSI DALAM PROSES EKSKLUSIF: WACANA SELEKSI MAHASISWA PENDIDIKAN KEDOKTERAN

https://img.okezone.com/content/2012/07/16/373/663805/pieA8ZWmks.jpg

Dalam dekade terakhir, kekhawatiran baik dalam tingkat nasional maupun internasional telah menghasilkan permintaan untuk peningkatan perwakilan dari masing-masing demografik dari kedokteran untuk mencerminkan keragaman masyarakat. Meski demikan, untuk masuk menjadi mahasiswa pendidikan kedokteran tetap bersifat kompetitif tinggi dan eksklusif pada kelompok-kelompok tertentu. Dalam situai di mana masalah tetap ada, meskipun telah banyak permintaan untuk perubahan, penting untuk dipertimbangkan dinamis kekuatan yang mungkin beroperasi untuk menolak perubahan.

Artikel ini bertujuan untuk membentuk suatu wacana kritis untuk meningkatkan inklusivitas dalam seleksi mahasiswa.  Selengkapnya, simak DISINI >>

Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Kualifikasi Medis

http://www.hsa.gov.sg/content/dam/HSA/HPRG/HPRG-Images/asean_member.jpg

Dalam pergerakan regional menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tenaga kesehatan termasuk dokter dapat terkualifikasi untuk praktik medis di negara lain. Memastikan sistem kualifikasi medis merupakan hal yang kritis, namun ketersediaan dan analisis dari informasi yang relevan masih kurang.

Jathurong dalam studi terbarunya secara komparatif menganalisis informasi terhadap Ujian Lisensi Medis (ULM) di seluruh negara ASEAN dan menilai pandangan para stakeholder terhadap konsekuensi potensial dari MEA pada tenaga kesehatan dari perspektif Thailand.

Dari studi tersebut diperoleh hasil bahwa sistem ULM terdapat di seluruh negara ASEAN kecuali Brunei, namun terdapat variasi yang besar. Walaupun sebagan besar memiliki sistem ULM nasional, Singapura, Indonesia, dan Vietnam menerima hasil dari ULM yang dilaksanakan di universitas. Thailand mengadopsi pendekatan 3 langkah dari Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengecek pengetahuan pre-klinis, pengetahuan klinis, dan keterampilan klinis. Namun sebagian besar negara hanya membutuhkan satu langkah. Pertanyaan pilihan ganda (PPG) merupakan meode penilaian yang paling umum digunakan; pertanyaan essai yang telah dimodifikasi merupakan metode berikutnya yang paling sering. Walaupun kedua tes menilai pengetahuan kandidat, Ujian Klinis Terstruktur Objektif/ Objective Structured Clinical Examination (OSCE) biasa digunakan untuk memverifikasi kemampuan klinis dari peserta ujian. Validitas dari lisensi medis dan yang mencerminkan konsistensi dan standar tinggi dari pengetahuan kedokteran merupakan isu yang sensitif karena memungkinkan adanya gerakan yang tidak adil dari dokter, dan menanamkan rasa dominasi, setidaknya dari perspektif Thailand.

Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat sistem ULM berbeda di seluruh negara ASEAN dalam beberapa aspek yang mungkin menjadi titik pandang keadilan sehingga sebaiknya turut ditangani dalam gerakan menuju MEA.

pdf-icon The ASEAN economic community and medical qualification

Peresmian Masyarakat Praktisi untuk Pengembangan Kepemimpinan Ilmu

sesi-1-menara-air-ugm

PKMK. Dalam rangka Menyambut Dies Natalis Universitas Gadjah Mada ke-66, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM bekerjasama dengan Pusat Inovasi dan Kebijakan Akademik UGM, Prodi S2 Manajemen Pendidikan Tinggi UGM, dan Program Doktor Fakultas Kedokteran UGM mendukung adanya UGM e-Learning Forum 2015.

Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 30 website khusus UGM akan melakukan launching bersama sebagai Menara Air UGM dalam bentuk Pameran pada tanggal 1 Desember 2015 di Balairung UGM dan siangnya akan ada diskusi. Selain itu, tanggal 2 Desember 2015 akan dilaksanakan Young Scientist Forum dan Pengembangan Kelompok Keilmuan di Auditorium Pascasarjana UGM. Selengkapnya

pengantar Pengantar Peresmian Masyarakat Praktisi untuk Pengembangan Kepemimpinan Ilmu

agenda Detail Seminar

people-icon Masyarakat Praktisi untuk Pengembangan Keilmuan