Ucapan Idul Fitri Pendok

Meningkatkan Kualitas Pelayanan, Perkembangan Profesional Supervisi dan Residen

dokter-residen

Keterlibatan residen secara aktif dalam pelayanan klinis merupakan hal yang vital bagi perolehan pengetahuan, pengambilan keputusan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dalam praktek kedokteran mandiri. Salah satu atribut pendidikan spesialis, di mana masa pendidikan mencapai 3 sampai 7 tahun berguna untuk mentransformasi dari mahasiswa kedokteran menjadi dokter mandiri. Beberapa pihak melihat lamanya masa kerja dan keterlibatan intens dari residen dalam melayani pasien merupakan suatu elemen penting dalam persiapan untuk praktik mandiri dan simbol budaya profesi yang membutuhkan kemampuan untuk mementingkan kebutuhan pasien terlebih dahulu. Beberapa pihak lain khawatir jika masa kerja yang lama dapat mempengaruhi  kewaspadaan residen, dan kemampuan untuk memberikan pelayanan yang aman dan efektif, serta dapat membahayakan keselamatan residen itu sendiri. Pandangan yang berlawanan mengenai lama masa kerja dalam pendidikan klinis dokter telah menjadi topik perdebatan selama lebih dari dua dekade. Klik Disini

Seminar e-Learning Forum 2015 yang Kedua

e-learning

Seminar e-learning Forum kedua mengangkat tema Massive Open Online Course (MOOC), Blended Learning, dan Knowlede Management yang dilaksanakan pada Senin (16/11/2015) mengungkap sejumlah fakta menarik terkait penggunaan e-learning dalam pembelajaran di Indonesia. IndonesiaX yang dimotori UI-ITB-Rumah Perubahan dan sejumlah mitra sudah melakukan pembelajaran online empat bulan terakhir. UGM pun tidak ketinggalan, melalui blended learning yang dilakukan FK UGM serta Fisipol melalui program FOCUS juga menawarkan sejumlah topik ilmu yang menarik.

Simak reportase seminar e-Learning Forum 2015 di sini

Jam Kerja Standar ACGME 2011

Jam Kerja Standar ACGME 2011

Meningkatkan Kualitas Pelayanan, Perkembangan Profesional Supervisi dan Residen

dokter-residen

Keterlibatan residen secara aktif dalam pelayanan klinis merupakan hal yang vital bagi perolehan pengetahuan, pengambilan keputusan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dalam praktek kedokteran mandiri. Salah satu atribut pendidikan spesialis, di mana masa pendidikan mencapai 3 sampai 7 tahun berguna untuk mentransformasi dari mahasiswa kedokteran menjadi dokter mandiri. Beberapa pihak melihat lamanya masa kerja dan keterlibatan intens dari residen dalam melayani pasien merupakan suatu elemen penting dalam persiapan untuk praktik mandiri dan simbol budaya profesi yang membutuhkan kemampuan untuk mementingkan kebutuhan pasien terlebih dahulu. Beberapa pihak lain khawatir jika masa kerja yang lama dapat mempengaruhi  kewaspadaan residen, dan kemampuan untuk memberikan pelayanan yang aman dan efektif, serta dapat membahayakan keselamatan residen itu sendiri. Pandangan yang berlawanan mengenai lama masa kerja dalam pendidikan klinis dokter telah menjadi topik perdebatan selama lebih dari dua dekade.

Monograf ini disusun untuk menyediakan pembenaran dan informasi konstektual untuk memandu profesi, kelompok peneliti dan pendidikan, serta  masyarakat dalam memahami bagaimana ACGME dan Task Force mengembangkan standar 2011.

Melalui tulisan ini, Task Force  mencari cara untuk menyatukan antara keselamatan yang baik saat ini dan pelayanan yang efektif serta aman di masa depan. Penekanan pada praktik yang tenang dan berhati-hati dengan pengawasan, bimbingan, dan ketersediaan cadangan yang tepat sebagai kunci untuk mencapai kompetensi dan keahlian merupakan hal yang penting untuk tujuan ini. Pada waktu yang sama, faktor ini harus diseimbangkan dengan waktu batas pada waktu residen, yang dibutuhkan pada spesialisasi tertentu untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan residen atau pasien tidak terancam melalui waktu yang berlebihan pada tugas.

Download: The ACGME 2011 Duty Hour Standard

Seminar Aplikasi e-Learning dalam Proses Pendidikan di UGM

e-learning-ugm

Seminar terkait e-learning telah diselenggarakan pada Jum’at (9/10/2015) di University Club, UGM. Seminar ini bertujuan untuk salah satunya memonitor kegiatan yang dilakukan Pusat Inovasi dan Kebijakan Akademik (PIKA) UGM. Beberapa bulan terakhir, PIKA mendorong seluruh fakultas di UGM untuk mengembangkan e-learning lebih jauh. Hal ini bisa dilakukan dengan pemanfaatan pembelajaran berbasis web yang ada di lingkungan UGM dengan lebih maksimal atau mengembangkan pembelajaran berbasis  IT dalam bentuk lain. Sejumlah hal tersebut disampaikan oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M. Sc, PhD dalam pembukaan seminar. Baca selengkapnya