Apakah Mahasiswa Dari Daerah Dirugikan Oleh Proses Pendaftaran di Fakultas Kedokteran?

Proporsi pendaftar fakultas kedokteran yang berlatarbelakang dari daerah lebih rendah dibandingkan dengan kota. Tendensi ini mungkin terjadi dengan alasan karena kualitas dari masing-masing pendaftar yang memang memiliki keunggulan tersendiri. Bukan semata-mata karena pendaftar dari desa ataupun dari kota. Pada penelitian ini akan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara pendaftar fakultas kedokteran yang berasal dari desa maupun dari kota. Jumlah pendaftar dari daerah tidak menunjukkan proporsi jumlah dari populasi yang berasal dari daerah. Pendaftar dari daerah tidak banyak yang mendaftar di fakultas kedokteran mempunyai rasio yang sama dengan pendaftar yang tidak mendaftar di fakultas kedokteran dengan latar belakang dari kota. Pada penelitian ini akan dijelaskan bagaimana perlakuan pendaftar yang berasal dari daerah dibandingkan yang berasal dari kota.

Perbandingan Prestasi Akademik Mahasiswa di Setting Daerah dan Kota

mahasiswa medicalPenelitian ini dilakukan di Australia, yang sebagian besar fakultas kedokteran memiliki clinical school di daerah. Dengan alasan bahwa sebuah penelitian cohort menunjukkan 25% mahasiswa akan merasakan setengah dari clinical training. Ada sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa prestasi akademik mahasiswa dari Flinders University belajar di Darwin dan daerah rural di selatan Australia menunjukkan signifikansi lebih baik dibandingkan belajar di urban. Pada penelitian ini akan menunjukkan perbedaan prestasi akademik dari dua kondisi tersebut. Dengan menggunakan metode cohort dilakukan pada 651 mahasiswa.

Mengenal Hidden dan Informal Kurikulum Dalam Kedokteran

Mahasiswa sudah memiliki rencana belajarnya masing-masing ketika awal masuk dalam pendidikan kedokteran. Strategi belajar yang dilakukan melebihi dari kurikulum formal yang diberikan, tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian. Kegiatan belajar di luar dari kurikulum merupakan salah satu hal lain yang mungkin dapat membawa sebuah ilmu tambahan bagi mahasiswa. Namun perlu menjadi catatan jangan sampai kegiatan tersebut mengandung unsur bullying yang melanggar norma-norma dalam kehidupan sosial. Banyak mahasiswa yang telah mengetahui adanya kegiatan ini dan menganggapnya sebagai hal yang wajar, seperti penelitian yang dilakukan di Australia menunjukkan bahwa mereka mengatahui dan menyadari bahwa kegiatan di luar kurikulum perlu dilakukan walaupun tidak ada metode untuk menilainya seperti kegiatan formal yang ada pada kurikulum.

Role Model dan Pilihan Karir Mahasiswa Kedokteran

Sarjana kedokteran bukan mejadi tujuan akhir dalam pendidikan kedokteran. Masih panjang jenjang karir yang bisa ditempuh oleh seorang mahasiswa kedokteranMelanjutkan profesi dokter melalui pendidikan dokter spesialis dan masih banyak lagi pilihan karir seorang mahasiswa kedokteran. Banyak hal yang akan mempengaruhi pemilihan ini dari awal. Sejak dini terpapar terhadap faktor tersebut akan banyak mempengaruhi penentuan karir selanjutnya. Penelitian ini bisa sedikit menggambarkan bagaimana faktor-faktor yang akan mempengaruhi pemilihan karir tersebut.

Role model seperti BJ Habibie atau Soekarno sangatlah besar pengaruhnya terhadap semangat seorang penerus bangsa dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa indonesia. Demikian halnya terjadi pada mahasiswa kedokteran yang akan menempatkan Prof. Dr. M. Sardjito sebagai role model dalam menggapai cita-cita. Pada penelitian ini akan dibahas sebarapa kuat role model dalam meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap pemilihan jenjang karir tersebut.

Hidden Curriculum untuk Memahami Profesionalisme Pendidik

Beberapa pendidik setuju bahwa penelitian mengenai perilaku mahasiswa lebih baik dilakukan agar ke depannya bisa digunakan sebagai dasar penentuan program pendidikan pada mahasiswa. Hubungan antara pendidik dan mahasiswa akan sangat penting dalam program pendidikan yang akan dilakukan. Interaksi ini bisa menjadikan mahasiswa semakin terpacu untuk belajar. Selain itu yang lebih penting adalah interaksi antara mahasiswa dan pasien. Interaksi ini juga penting untuk mebumbuhkan kepercayaan dari mahasiswa itu sendiri. Berikut akan ada beberapa model interaksi antara pendidik dan mahasiswa maupun mahasiswa dan pasien.