Komunikasi Dokter dan Pasien Dapat Ditingkatkan Dengan Pelatihan Komunikasi yang Baik

Komunikasi DokterIndonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia menghadapi berbagai masalah dalam hal pelayanan kesehatan. Di satu sisi populasi yang besar memberikan pendapatan negara yang besar namun di sisi lain akan timbul masalah karena perbedaan yang timbul dari masing-masing individu. Jumlah pasien yang melebihi batas salah satunya. Di salah satu rumah sakit pendidikan yang ada di Indonesia yaitu di Yogyakarta menjadi salah satu tempat pengambilan data penelitian ini. Jumlah pasien dengan waktu pelayanan yang terbatas menjadi kunci permasalahannya.

Komunikasi merupakan salah satu hal terpenting dalam melakukan pengobatan kepada pasien. Sebaik apapun pengobatan yang diberikan kepada pasien tanpa disertai dengan komunikasi yang baik tidak artinya. Karena outcome psaien akan menjadi sama saja. Jika dirunut kembali kebelakang, pendidikan komunikasi mengambil peranan penting dalam menyelesaikan masalah ini. Dengan waktu yang terbatas dan jumlah pasien yang begitu banyak dibutuhkan komunikasi yang efektif di samping dilakukan dengan baik namun juga dilakukan dalam waktu yang singkat.

Selengkapnya Klik disini

Analisa Biaya Pendidikan Kedokteran

Biaya Pendidikan kedokteran

Masyarakat mengetahui bahwa pendidikan kedokteran merupakan salah satu pendidikan yang memiliki biaya termahal. Mahal atau tidaknya suatu pendidikan tergantung dari seberapa banyak komponen-komponen yang terlibat dalam pendidikan tersebut. Maka untuk mengelompokan pendidikan kedokteran ke dalam pendidikan yang mahal diperlukan sebuah analisa yang baik secara biaya dan fasilitas yang didapatkan oleh mahasiswa. Sudah ada beberapa penelitian mengenai hal ini namun beberapa tidak menjelaskan dengan baik mengenai istilah seperti cost effective analysis, cost-benefit analysis, cost utility analysis dan cost feasibility analysis. Hal ini menjadi sulit bagi masyarakat untuk mengerti yang sebenarnya terjadi pada pembiayaan pada pendidikan kedokteran. Berikut penjelasan dan contoh nyata dalam penghitungan sebenarnya.

Selengkapnya klik disini

Leading Medical & Health Professions Education for Better Health Care System

Fakultas Kedokteran UGM bekerjsa sama dengan Maastricht University akan mengadakan seminar tentang pendidikan kedokteran dengan judul "Leading Medical and Health Professions Education for Better Health Care System" pada 2 - 3 Mei 2017. Seminar ini akan diisi oleh Prof. Cees Van der Vleuten dari Maastricht University, dr. Titi Savitri P, MA, M.MEd.Ed., Ph.D dari SERAME dan IASHE, Prof. dr. Ova Emilia, Sp. OG (K), M.Med. Ed., Ph.D sebagai Dekan FK UGM, dan dr. Gandes Retno Rahayu, MMed,Ed., Ph.D sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UGM.

Selengkapnya, klik disini

Karir Dokter untuk Mendapatkan Penghasilan dan Membayar Modal yang Telah Dikeluarkan

Dengan adanya perubahan kebijakan dari pemerintah Amerika, jumlah mahasiswa yang menginginkan kelanjutan karir menjadi dokter layanan primer semakin meningkat. Ekonomi mungkin menjadi salah satu faktor penarik mahasiswa menginginkan karir untuk menjadi dokter layanan primer. Dengan melihat faktor ekonomi ini, kita dapat membuat dugaan mengapa mahasiswa mau memilih karir untuk menjadi dokter layanan primer. Dengan diberikan pilihan bekerja di layanan primer dan non layanan primer dengan penghasilan yang lebih dari cukup mahasiswa akan dilihat akan memilih karir bekerja yang mana. Dengan menghubungkan antara biaya kuliah yang dibebankan sebelumnya ini akan menjadi sebuah hubungan yang sangat menarik untuk dilihat. Ditambah lagi dengan jumlah penghasilan yang menjadi salah satu sarana untuk menutup biaya yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Selengkapnya silakan simak disini

Pendidikan kedokteran: Antara Kualitas dan Kuantitas?

Pendidikan kedokteran di Malaysia sudah ada sejak 1963 dan diselenggarakan oleh University of Malaya. Sekarang jumlah fakultas kedokteran di Malaysia telah mencapai 32 dengan 11 universitas negeri dan 21 universitas swasta. Kemudian pada akhir 2014 ada sebanyak 18.789 mahasiswa yang belajar di Malaysia dan sekitar 15.000 mahasiswa Malaysia yang belajar di luar negeri. Pada 2018 akan ada 30.000 dokter baru yang siap untuk melayani masyarakat Malaysia. Anjuran dari WHO adalah 1 dokter untuk 400 pasien untuk negara maju. Sedangkan dengan jumlah dokter yang terlalu banyak akan menjadi sebuah masalah baru, karena kualitas dari lulusan dokter sulit untuk dikontrol. Untuk menghadapi hal tersebut, Pemerintah Malaysia mengeluarkan moratorium 5 tahun (dari 2011 sampai 2016). Di sisi lain tahun 2014, jumlah mahasiswa yang diterima di fakultas kedokteran mengalami penurunan.

Di samping adanya konsolidasi dari industri dari pemain kecil yang menurun juga adanya penggabungan kampus kecil menjadi kampus yang lebih besar. Pada saat yang sama tahun 2008 pemerintah memberlakukan internship selama 2 tahun dari sebelumnya hanya 1 tahun. Ini menyebabkan peningkatan jumlah dokter keluarga dan antrian untuk masuk internship. Semua masalah ini harus dihadapi oleh pemerintah Malaysia agar masalah kelebihan dokter, kurangnya dokter di daerah, kualitas dokter yang rendah, dan durasi pendidikan dokter yang lama dapat diatasi. Beberapa strategi perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menghadapi masalah-masalah ini.

Selengkapnya silakan klik disini