Keunggulan Metode Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Mahasiswa Farmasi

Pembelajaran aktif sangat dibutuhkan bagi mahasiswa kedokteran maupun profesi kesehatan dalam penguasaan dan aplikasi dari pengetahuan serta ketrampilan yang telah dipelajari. Aktivitas pembelajaran yang digunakan untuk mendukung pembelajaran aktif, seperti flipped class room, problem based learning, simulasi, games, diskusi kelompok, studi kasus interaktif dan penggunaan pasien terstandar (standardized patient). Dalam pendidikan profesi kesehatan seperti farmasi, penggunaan pasien terstandar telah dilakukan sejak lama. Dalam implementasinya, penggunaan pasien terstandar dengan maksud untuk melatih penguasaan berbagai keterampilan menunjukkan hasil yang efektif sebagai metode pembelajaran dan memberikan lingkungan yang “aman” bagi mahasiswa karena tidak langsung berhubungan dengan pasien sesungguhnya. Tentu saja penggunaan metode ini di samping metode lainnya memiliki kelebihan sekaligus tantangan terkait waktu dan pendanaan yang akan diuraikan lebih detail dalam artikel jurnal yang berjudul “ Improving Pharmacy Student Communication Outcomes Using Standardized Patients”.

Menciptakan Komitmen Profesional Sebagai Upaya Peningkatan Etika Profesional Dokter dan Perawat

Misi keperawatan yaitu untuk menyediakan layanan perawatan kesehatan berkualitas tinggi dan menjaga serta meningkatkan kesehatan masyarakat (Joolaee, 2010). Etika profesional dianggap sebagai elemen penting dari semua profesi kesehatan, termasuk keperawatan. Hasil penelitian di bidang keperawatan menyebutkan bahwa perawat menghadapi berbagai masalah selama pekerjaan mereka (Silen, 2008). Komunikasi yang buruk antara dokter, perawat dan pasien merupakan bagian utama dari masalah etika yang paling banyak terjadi, yang dapat menyebabkan pelanggaran hak - hak pasien (Sadeghi, 2011). Dengan demikian, masalah etika harus dianggap serius sebagai persyaratan dasar. Di sisi lain, pendekatan yang paling komprehensif dan lengkap untuk mengamati standar etika adalah pendekatan kualitatif dimana peserta berbagi pengalaman mereka.

Prevalensi Depresi Pada Mahasiswa Pendidikan Kedokteran

Pendidikan kedokteran diketahui sebagai salah satu lingkungan yang sangat stressful untuk mahasiswa. Mahasiswa kedokteran terbukti mengalami depresi lebih tinggi dibandingkan dengan jurusan lain. Telah dilakukan sebuah evaluasi secara global, prevalensi depresi pada mahasiswa pendidikan kedokteran, termasuk faktor epidemiological, psychological, educational dan social untuk mengidentifikasi kelompok resiko tinggi yang mungkin memerlukan intervensi secara khusus. 

Prevalensi depresi pada mahasiswa pendidikan kedokteran telah terjadi pada satu dari tiga mahasiswa kedokteran secara global. Namun angka pengobatan masih relatif rendah. Penemuan terbaru menyarankan pada masing - masing medical school untuk melakukan early detection dan program prevensi selain itu juga perlu dilakukan intervensi pada mahasiswa kedokteran yang terbukti mengalami depresi sebelum wisuda.

Webinar Quality in Medical Education: Is it an Utopia?

WhatsApp Image 2019 08 22 at 14.11.25Kualitas dalam pendidikan kedokteran adalah perhatian utama bagi semua orang, terutama Pemerintah, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) , Organisasi Profesi, fakultas kedokteran dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) dan juga publik. Apa itu kualitas? Bagaimana mengukur kualitas? Bagaimana cara mencapai kualitas? Beberapa hal ini akan dijawab melalui webinar Quality in Medical Education: Is it an Utopia?. Acara digelar pada Senin 26 Agustus 2019 pukul 10.00-11.30 WIB dengan narasumber dr Titi Savitri P, M. Med. Ed, MA, PhD dengan moderator dr. Widya Wasityastuti, M. Sc, M. Med. Ed, PhD. Webinar ini gratis dan dapat diikuti dengan join webinar menggunakan ID 397 – 704 – 067 https://www.gotomeeting.com/webinar/join-webinar . Selamat bergabung!

Mengenali Potensi Aplikasi Pada Smartphone Sebagai Sarana Efektif Untuk Pembelajaran Kesehatan

Smartphone (gawai pintar) merupakan alat komunikasi antar pribadi berbasis internet yang sudah banyak digunakan saat ini untuk berbagai keperluan mulai dari komunikasi, browsing informasi, kamera, dan penggunaan berbagai fitur dan aplikasi, termasuk aplikasi media social dan pendidikan. Seiring dengan perkembangan teknologi digital saat ini, marak diluncurkannya penggunaan aplikasi - aplikasi pendidikan yang berbasis smartphoneyang bertujuan untuk menciptakan sistem pembelajaran mandiri (self directed learning) yang memungkinkan pengguna untuk berulang kali mengakses informasi dan berlatih keterampilan tanpa batasan ruang dan waktu.