12 Tips Pengenalan Emotional Intelligence in Medical Education

Emotional Intelligence (EI) adalah kemampuan untuk mengenali, memahami dan mengatur emosi pada diri sendiri dan orang lain. EI sudah lama diketahui sebagai komponen penting individu dan organisasi untuk menuju sukses dalam sebuah bisnis. Dalam perkembangannya terdapat sebuah evidence yang menunjukkandengan mempercepat emotional intelligence sangat baik untuk menunjang kemampuan dalam bidang medis. Beberapa hal yang akan terpengaruhi adalah komunikasi, penyelesaian konflik, dan professionalitas. Sebuah pelayanan kesehatan akan terjadi peningkatan kerjasama. Kemampuan EI ini juga memerukan konsensus antar stakeholder yang akan mempengaruhi attitude dan behavior yang pada akhirnya akan meningkatkan patient safety dan Kesembuhan. Berdasarkan literature terkini 12 tips ini akan membantu secara praktis dalam pengenalan EI kedalam kurikulum pendidikan kedokteran. Selain itu EI dapat diterapkan secara luas pada beberapa topik seperti profesionalisme, leadership, empathy, patient safety dan wellness.

Validasi Computer Based Test untuk Menilai Kemampuan Komunikasi Medical Students

Penggunaan sudah Hampir seluruh Fakultas Kedokteran di Indonesia sudah menyelenggarakan Computer Based Test di Indonesia. CBT sudah sangat familiar bagi lulusan dokter angkatan 2000 ke atas. Mengerjakan soal melalui CBT dapat mempersingkat waktu ujian yang dilakukan karena ujian akan dilakukan secara serentak.

Hal ini dapat menyebabkan komunikasi yang seharusnya terjadi antara pasien dan dokter semakin berkurang. Namun institusi pendidikan kedokteran wajib untuk melengkapi kemampuan mahasiswanya dengan komunikasi efektif sehingga akan terbangun hubungan dokter dan pasien yang mutualisme.

Did practicing hours and conversion program for family medicine differentiate their services and continuing medical education activities?

Di Indonesia, Kedokteran Keluarga sebagai suatu disiplin sedang dikembangkan melalui kursus singkat sejak 16 tahun yang lalu. Program konversi untuk menjadi Dokter Keluarga telah diperkenalkan baru-baru ini. Di antara 70.000 dokter perawatan primer terdapat beragam praktisi, dari dokter magang baru yang memulai praktik umum hingga dokter umum senior. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil Dokter Perawatan Primer Indonesia (PCP) Indonesia saat ini yang mencakup layanan dan fasilitas yang disediakan serta membandingkan profil sesuai dengan partisipasi dalam program konversi dan jam praktik.

Selengkapnya

Strengthening the role of ethnic minority women in science and medicine in China

Dalam 60 tahun terakhir, kualitas pendidikan untuk populasi wanita telah meningkat secara substansial, dan telah ada peningkatan yang kuat dari wanita yang terlibat dalam sains dan kedokteran di Tiongkok.

Jumlah peneliti profesional wanita telah mencapai 31,4 juta, terhitung 40,5% dari jumlah total peneliti ilmiah di Tiongkok. Namun, wanita dalam sains dan kedokteran sebagian besar kurang terwakili di tingkat senior.

Sebagai contoh, wanita terdiri sekitar 38% dari asisten atau profesor asosiasi dan sekitar 8% dari profesor penuh di universitas dan lembaga ilmiah. Hebatnya, jumlah wanita sekitar 6% dari 798 akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan hanya 5 • 1% dari 875 akademi Akademi Teknik Cina.

Applying feminist theory to medical education

Untuk mengatasi masalah pelecehan seksual, kesenjangan upah, dan ketidaksetaraan kepemimpinan secara gender, lembaga medis harus menginterogasi pendidikan kedokteran. Teori - teori feminis dapat membantu untuk memahami bagaimana kekuatan beroperasi di dalam ruang kelas kita dan di samping tempat tidur.

Tinjauan cakupan ini memetakan empat cara utama di mana teori feminis telah diterapkan pada pendidikan kedokteran dan penelitian pendidikan kedokteran — yaitu: