Variabilitas Hasil OSCE dalam Mempengaruhi Standar Lulusan Fakultas Kedokteran

Sering ditemukannya kesulitan dalam membandingkan outcomes atau standar lulusan antar fakultas kedokteran mendorong peneliti untuk meneliti pengaruh bias pemeriksa (examiner) pada OSCE terstandar. Adanya keprihatinan pada tingginya variabilitas OSCE (konten, checklist dan keluaran, efek terkait penguji ) yang mempunyai dampak bermakna dalam luaran kandidat, mendorong peneliti untuk meneliti faktor - faktor yang menjadi faktor biasnya.

Pada kesempatan belajar bersama dengan pendampingan dosen (Critical Appraisal) oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan FK - KMK UGM pada 6 Mei 2019 di Ruang Kuliah Gd. Radioputro Lt. 6 FK - KMK UGM, dilakukan diskusi pada salah satu jurnal yang diterbitkan oleh BMC Medical Education secara open source yang berjudul “Examiner Effect on the Objective Structured Clinical Exam- a Study at Five Medical Schools.. Metodologi yang digunakan adalah meneliti bias pemeriksa (examiner) pada OSCE bedah terstandar untuk pemeriksaan lutut dan bahu di 5 sekolah kedokteran yang berbeda dengan alat checklist oleh 1 orang reference examiner yang memberikan skor secara independen dan pemeriksa lokal. Hasilnya dianalisis untuk reliabilitas antar penilai dan korelasi dengan tingkat pengalaman klinis dan pengaruh bias gender.

Spiritual Care Sebagai Bagian dari Kebijakan Pelayanan Kesehatan

Selain dokter, perawat dan bidan merupakan bagian penting dari tenaga kesehatan yang diharapkan memiliki kompetensi dalam pemberian spiritual care kepada pasien. Kompetensi tersebut berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan dalam memberikan spiritual care. Sedangkan spiritualitas sendiri memiliki 3 dimensi, yaitu transedens, hubungan dengan diri sendiri/ orang lain/ alam/ kekuatan tertinggi dan makna kehidupan. Terdapat bukti bahwa pembelajaran spiritualitas dan spiritual care berpengaruh pada peningkatan pemahaman mengenai spiritualitas dan spiritual care itu sendiri, peningkatan keterampilan komunikasi, pelayanan yang berpusat pada pasien dan kepuasan pekerjaan.

Pengaruh Penilaian Sebaya terhadap Kerja Tim dan Kemampuan Penilaian Diri dalam Kerja Kelompok Kolaboratif

Pada 22 April 2019 lalu  dilaksanakan kegiatan belajar bersama dengan pendampingan dosen oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK - KMK UGM dalam bentuk diskusi Critical Appraisal (CA) sebuah artikel jurnal yang dipublikasikan oleh Assessment & Evaluation in Higher Education berjudul “ The Effects of Peer Judgements on Teamwork and Self - Assessment Ability in Collaborative Group Work”. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin di Ruang Kuliah S2 Gedung Radioputro Lt. 6 kali ini mengangkat isu penting bahwa kesuksesan dan kegagalan suatu kolaborasi kelompok adalah efek dari intervensi umpan balik dari teman kerja (peer). Penelitian dalam jurnal tersebut dilakukan dalam upaya menggali umpan balik dari teman kerja untuk meningkatkan perilaku, kemampuan penilaian diri sendiri dan dalam teamwork-nya. Metode yang digunakan adalah desain penelitian retrospektif dengan analisis  data rating mahasiswa dan data umpan balik dari 98 mahasiswa program bisnis pada 2 unit undergraduatestudents dan 1 unit postgraduatestudent pada sebuah universitas di Australia selama 2 trisemester (2014 dan 2015).

Critical Appraisal: Mengajarkan Keterampilan Komunikasi Spiritual – Religi Mahasiswa Kedokteran Melalui Metode Osce

Structure Clinical Examination (OSCE) telah diterapkan selama 30 tahun di pendidikan kedokteran. Metode pembelajaran ini dapat menilai kemampuan pembelajar pada setting klinis, terutama aspek interpersonal dan komunikasi berdasarkan suatu masalah pemicu/scenario kasus. Pada kegiatan belajar bersama Critical Appraisal (CA) kali ini yang dilakukan oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Angkatan 2017 dan 2018 pada 15 April 2019 di Gd. Radioputro Lt. 6 FK-KMK UGM, mendiskusikan topik dalam jurnal yang dipublikasikan oleh Academic Medicine dengan judul “Using a Teaching OSCE to Prompt Learners to Engage with Patients who Talk About Religion and/or Spirituality.

Pendidikan Medis Berbasis Komunitas dari Perspektif Mahasiswa Gezira

Jurnal ini diterbitkan di Journal of Medical Education, Vol. 17 No. 4 (2018). Pendidikan berbasis masyarakat (CBE) adalah sarana untuk mencapai relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan Lapangan Terpadu, Penelitian dan Pengembangan Pedesaan Program (IFTRRD) adalah kursus yang dirancang untuk mencapai CBE di Fakultas Kedokteran, Universitas Gezira sejak didirikan pada 1978.

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari CBE dari perspektif mahasiswa kedokteran Gezira mengenai kursus IFTRRD. Dalam studi cross-sectional ini, 244 mahasiswa kedokteran di Universitas Gezira yang aktif berkuliah pada 2016 - 2017. Sebagian besar peserta sepakat bahwa keterampilan kerja tim dan kepemimpinan mereka telah meningkat (masing-masing 82% dan 78,3%). Selain itu, 96% siswa setuju bahwa tinggal di pedesaan membantu mereka terlibat dengan masyarakat. Sekitar 91% mengidentifikasi masalah kesehatan dan terkait kesehatan di desa dan 50% di antaranya melakukan intervensi. Sekitar 45,9% mencapai 75% dari filosofi akuntabilitas sosial.