Rural Medical Education: Bagaimana Perbedaannya?

Rural medical education adalah pendidikan kedokteran yang memiliki tujuan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan dokter untuk daerah. Dengan permasalahan kekurangan dokter yang terjadi saat ini, penting untuk memiliki rural medical education. Banyak persamaan dari rural medical education namun tidak sedikit juga perbedaannya. Rural medical education banyak memaparkan mahasiswa pada pendidikan yang ber-setting daerah dimana lahan kerja tujuan nantinya adalah daerah. Indonesia merupakan negara dengan komposisi urban dan rural yang lebih banyak rural area, sehingga sangat penting bagi mahasiswa dan calon mahasiswa untuk mengetahui tentang rural medical education. Dengan pengenalan dini terhadap setting daerah diharapkan banyak tenaga kesehatan yang akan bekerja di daerah.

Bagaimana Meningkatkan Jumlah Dokter Yang Bekerja Di Daerah ?

Sebuah terobosan baru perlu dilakukan mengingat indonesia memiliki banyak wilayah yang masih tergolong daerah pedalaman. Kebutuhan akan kesehatan merupakan hak bagi seluruh warga indonesia tidak terkecuali. Kehadiran dokter yang dekat dengan masyarakat sangat diperlukan. Dengan jumlah institusi pendidikan kedokteran yang semakin banyak berkembang seharusnya indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan jumlah dokter untuk seluruh wilayah nusantara. Kenyataan yang ada sekarang justru terbalik. Walaupun jumlah institusi banyak meningkat, kenyataanya jumlah dokter masih kurang. Lalu bagaimana sebaiknya yang perlu dilakukan untuk memecahkan masalah ini. Sebuah penilitian dilakukan di jepang terhadap sebuah terobosan kebijakan baru untuk menghadapi kekurangan dokter di daerah yang terjadi pada kisaran tahun 1980-1990. Hasilnya sungguh lebih baik jika dilihat sekarang dibanding sebelumnya. Apa yang dilakukan Jepang untuk menghadapi masalah kekurangan dokter ini?

Globalisasi Pendidikan Kedokteran

globalisasi pendidikan kedokteranPenyedia layanan kesehatan mulai bergerak ke arah yang semakin bebas dan banyak institusi pendidikan kedokteran menyediakan fasilitas klinis di seluruh dunia. Salah satu penyebab perpindahan dari peyedia layanan kesehatan ini diduga karena faktor meningkatnya biaya pendidikan di negara mereka sehingga mereka mencari pendidikan di negara lain dengan biaya yang lebih terjangkau. Generasi dengan usia 20-30 tahun merupakan yang terbanyak mengalami era globalisasi ini. Banyak diantara mereka yang melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan mencari institusi pendidikan kedokteran yang menurut mereka memliki peluang yang lebih baik dari negara mereka.

Terjadi perubahan fenomena perpindahan tenaga kesehatan selama beberapa dekade terakhir ini. Sekarang perpindahan lebih multi directional yang artinya bisa kemana saja. Dengan peningkatan middle class family pada negara berkembang menjadikan meningkatnya kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Efeknya banyak tenaga kesehatan luar negeri yang tertarik untuk bekerja di negara berkembang. Selain itu. beberapa center pendidikan di Eropa dan Amerika merupakan yang terbaik di dunia sehingga tidak sulit untuk bisa berpindah bagi mereka ke negara berkembang.