Ucapan Idul Fitri Pendok

Minggu 9 PPE Dekan FK

Program Pengembangan Eksekutif
bagi Dekan-Dekan Fakultas Kedokteran
di Indonesia

Pengembangan kepemimpinan dan kemampuan manajerial untuk dekan dalam situasi yang dinamis

Tahap 1, Minggu IX:
Periode 12 – 21 Mei 2014
di www.pendidikankedokteran.net

Perencanaan dalam konteks
Manajemen Strategis

Pengantar


 

pengantarYth Para Dekan Fakultas Kedokteran di Indonesia

Saat ini, PPE kita telah sampai pada
Minggu ke IX
di Tahap I.

Dua hari yang lalu, telah diselenggarakan Seminar Internasional mengenai Migrasi Dokter dan Sistem Kesehatan: Implikasi untuk pendidikan kedokteran. Diharapkan para Dekan dapat menyimak kembali Laporan Seminar. Silahkan klik di sini untuk melihat Laporan Kegiatan.


Tujuan Minggu IX


tujuan

 

Tujuan 1:Latihan untuk rangkuman Modul C (Bagian 1, 2, dan 3) serta

Tujuan 2:Persiapan masuk ke Modul D mengenai Diagnostik untuk Perubahan

Tujuan 3:Melakukan persiapan diskusi Hari I di Pertemuan Bali.

Apa yang dilakukan di Minggu ini?


  1. Mohon anda analisis apa hubungan antara Seminar Migrasi Dokter dengan Modul C? Apa kaitannya?
  2. Harap anda pelajari Persiapan untuk Hari 1 Pertemuan di Bali dan kebutuhan akan kemampuan memimpin perubahan. Harap anda diskusikan dengan Kelompok Kerja yang membahas Residen dan Internasionalisasi Lembaga.

Jadual Acara di Bali


Hari 1: Jumat, 30 Mei 2014

 

13.30 – 14.00 WITA:

  • Pembukaan dan Perkenalan
  • Pembahasan Tujuan PPE dan Tujuan Pertemuan Tahap II

14.00 – 15.30 WITA:

Review Kegiatan Blended Learning selama 8 minggu pertama dan Diagnosis Diri mengenai Sifat Kepemimpinan.

Pengantar:
Kegiatan Blended Learning selama 2 bulan ini merupakan suatu masa untuk mencoba peningkatan kemampuan Dekan sebagai pemimpin fakultas kedokteran. Berdasarkan buku poluler dari Ulrich , ada berbagai rumus untuk kepemimpinan yaitu: (1) Shape the Future; (2) Make Things Happen; (3) Engage Today's Talent, (4) Build the Next Generation; dan (5) Invest in Yourself. Silahkan anda klik disini untuk melihat video dan memahami apa yang dimaksud dengan Code of Leadership

Selama beberapa minggu melakukan BL, pertanyaannya adalah: Apa saja kode-kode kepemimpinan yang telah dilakukan? Mohon anda pikirkan.
Secara lebih detil tindakan-tindakan yang berdasarkan kode-kdoe kepemimpinan tersebut memerlukan berbagai sifat kepemimpinan (dikembangkan dari Result-Based Leadership dari Dave Ulrich), antara lain:
Kemampuan memberikan arah.
1. Sebagai dekan saya mampu menyusun visi fakultas kedokteran bersama dengan seluruh staff
2. Sebagai dekan saya mampu menginspirasi dosen dosen dan staf untuk mengembangkan visi kelembagaan dan menjadikannya visi bersama
3. Sebagai Dekan saya mampu mendorong seluruh pihak terkait (termasuk alumnus) untuk mencapai masa depan yang lebih baik
4. Sebagai Dekan saya mampu melaksanakan rencana strategi fakultas kedokteran yang saya pimpin dan menghasilkan dampak yang dapat diukur.
5. Sebagai dekan saya mampu mengembangkan suasana fakultas menjadi bergairah untuk mencapai sukses.

Kemampuan meningkatkan komitmen dosen lain, kolega, dan tenaga kependidikan
1. Sebagai Dekan saya mampu mendukung pemimpin keilmuan
2. Sebagai Dekan saya bersifat menyemangati dibandingkan dengan sikap mengkritik terus menerus.
3. Sebagai Dekan saya bersifat mendorong kerjasama antar dosen dan berbagai unit di fakultas kedokteran.
4. Sebagai dekan saya mampu membagi wewenang dan kekuasaan ke para wakil dekan, kepala bagian, dan pemimpin unit unit lainnya
5. Sebagai Dekan saya cenderung mendengarkan pendapat orang lain, tidak menceramahi.
6. Sebagai Dekan saya mempunyai kesediaan untuk melibatkan orang lain dalam kegiatan di fakultas dan meningkatkan partisipasi dengan transparansi pengelolaan.

Kemampuan Memobilisasi komitmen dan tenaga untuk perubahan
1. Sebagai Dekan saya mampu menyusun kelompok-kelompok kerja untuk pengembangan fakultas kedokteran yang saya pimpin.
2. Sebagai dekan saya mendorong para pemimpin keilmuan untuk mencapai yang terbaik
3. Sebagai dekan saya mendorong staf yang berbakat untuk terlibat dalam kegiatan fakultas
4. Sebagai Dekan saya mampu memicu perhatian dan komitemen dosen dan staf untuk menggunakan tenaganya bagi pengembangan fakultas dan ilmu pengetahuan.
5. Sebagai Dekan, saya mampu menggunakan bahasa yang dapat menyentuh hati dosen, staf, alumnus dan seluruh pihak lain;
6. Sebagai Dekan saya mampu mengelola emosi sendiri dan orang lain

Kemampuan mengembangkan fakultas kedokteran
1. Sebagai Dekan saya mampu membangun infrastruktur kelembagaan fakultas kedokteran
2. Sebagai Dekan saya mampu mengembangkan keragaman untuk pengembangan lembaga dengan tidak melakukan nepotisme, kolusi, dan tindakan yang mengandung unsur kesukuan, keagamaan, dan ras.
3. Sebagai Dekan saya mampu mengembangkan dan mensupport berbagai kelompok kerja untuk pengembangan.
4. Sebagai Dekan saya mampu mengembangkan sistem pengembangan SDM dosen dan tenaga kependidikan.
5. Sebagai Dekan mampu memimpin perubahan kelembagaan.

Disamping itu ada berbagai sifat pribadi yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh pemimpin, sehingga membentuk karakter yang baik. Karakter tersebut ditandai dengan:
1. Saya sebagai pemimpin mempunyai tindakan dan perbuatan yang sesuai dengan apa yang saya katakan atau anjurkan.
2. Saya sebagai pemimpin mempunyai citra personal yang baik, dilandasi dengan kepercayaan diri
3. Saya sebagai pemimpin mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan hangat (charming).

Dengan menggunakan daftar sifat-sifat tersebut tentunya anda dapat memahami
kekuatan dan kelemahan sifat-sifat anda sebagai pemimpin. Apakah kelemahan sifat anda dapat anda perbaiki? Bagaimana caranya?

Diskusi yang akan dilakukan pada Hari 1 di Bali (3 orang Dekan akan diminta untuk memberikan pendapatnya dengan diundi):
1. Menurut pendapat anda, apakah berbagai sifat tersebut perlu dimiliki oleh seorang Dekan?
2. Apa kritik anda terhadap sifat-sifat tersebut?
3. Apakah ada yang kurang?
4. Jika anda tidak lengkap mempunyai semua sifat yang baik, apa yang akan anda lakukan?

15.30 – 15.45 WITA:

Break sore

15.45 – 17.15 WITA: 

Diagnosis Kelembagaan fakultas Kedokteran dan Analisis Strategis FK-FK terakreditasi A menghadapi dinamika eksternal.

Diskusi di Bali:

  1. Bagaimana posisi FK yang dipimpin anda dalam siklus hidup kelembagaan; Apakah berbeda-beda di setiap Bagian, Unit, atau Prodi?
  2. kinerja organisasi ppe
  3. Bagaimanakah tantangan yang dihadapi fakultas kedokteran anda;
  4. Apakah fakultas kedokteran anda harus berubah? Jika ya: Dari mana ke mana?
  5. Bagaimanakah kemampuan perubahan yang dimiliki anda sebagai pemimpin dan lembaga anda?

 

Makan malam
19.30 – 20.30 WITA :

Pembahasan Kasus 1:
Tantangan Pendidikan Dokter di FK-FK dengan akreditasi A:
"Antara tekanan Internasional dengan kebutuhan dalam negeri"

Kasus:
Negara-negara Asia Tenggara mempunyai dua kutub masyarakat yang berbeda, yaitu: (1) di daerah terpencil atau sulit; dan (2) di daerah yang mempunyai akses langsung pada sistem kesehatan internasional. Daerah yang kedua mempunyai sistem kesehatan yang sangat ditentukan oleh hukum pasar, dan mempunyai tingkatan-tingkatan pelayanan seperti hotel berbintang atau melati.
Pola demografi dan penyakit masyarakat di Asia Tenggara semakin mendekati persamaan. Ada kovergensi lingkungan hidup dan kehidupan social. Di kelompok masyarakat 1, terjadi berbagai pekembangan social budaya yang menyebabkan semakin terpadunya masyarakat Asia Tenggara. Contoh adalah: semakin meluasnya jaringan penerbangnan internasional murah yang dialkukan olah Air Asia, Lion Air, Tiger Air dan sebagainya. berkembangnya perbankan yang mempunyai target Asia Tenggara seperti CIMB. Dalam sector pelayanan kesehatan, semakin berkembangnya medical tourism. Sayang Indonesia masih menjadi pasar, bukan pemain dalam pelayanan medic ini.
Di sisi lain, daerah yang terpencil memang mempunyai masalah yang sangat spesifik, Masyarakat pedalaman di Papua berbeda situasinya dengan masyarakat terpencil di Garut Selatan Jawa Barat, ataupun di pedalaman sungai Mekong, atau di Myanmar. Pelayanan kesehatan di daerah terpencil menjadi problem spesifik di tiap negara yang sulit untuk dikelola bersama.
Berdasarkan data, dokter yang melakukan migrasi adalah para dokter spesialis atau residen yang bergerak dinamis terutama di daerah yang mempunyai akses internasional dan ada banyak masyarakat mampu. Daerah yang remote biasanya untuk migrasi dokter internasional dalam level pelayanan primer, yang ditunjang oleh dana badan-badan internasional atau pemerintah asing yang ingin berbakti. Kegiatan di daerah ini bukan berdasarkan prinsip mekanisme pasar.

Apa dampak perkembangan negara-negara di Asia Tenggara ini terhadap pendidikan dokter dan dokter spesialis?
Situasi ini terutama berdampak pada pendidikan residen (PPDS1, spesialis) dan fellow (PPDS2, sub-spesialis). Suasana internasional harus masuk ke pendidikan residen dan fellow, walaupun di pendidikan dokter (undergraduate) juga harus diberikan pengembangan internasional. Namun di Indonesia, kebutuhan dokter di daerah terpencil juga harus dipenuhi. Secara keseluruhan: Pendidikan dokter, residen, dan fellow di Indonesia menghadapi dua pengguna yang berbeda ekstrim: (1) kebutuhan pelayanan medik internasional termasuk medical tourism; dan (2) kebutuhan pelayanan medik di daerah remote.

Pertanyaan pentingnya adalah: Bagaimana strategi untuk meningkatkan mutu dan kemampuan lulusan tenaga dokter, tenaga spesialis dan tenaga sub-spesialis? Hal ini menjadi tantangan FK-FK yang mempunyai akreditasi A (yang diberi wewenang untuk melakukan pendidikan residensi).

Diskusi di Bali:
1. Apakah fakultas kedokteran anda menempatkan perubahan dinamika lingkungan Asia Tenggara dan daerah terpencil Indonesia menjadi isu untuk perubahan di lembaga anda?
2. Perubahan apa yang akan di lakukan dalam pendidikan dokter, dokter spesialis, dan dokter sub-spesialis. Apa indicator perubahan sudah berhasil dilakukan
3. Apakah anda akan membentuk sebuah proyek untuk mendorong perubahan ini. Apa yang disebut sebuah Proyek dan Manajemen Proyek? Harap anda uraikan.

20.30 – 21.30: Pembahasan Kasus 2.

Reformasi dalam Pendidikan Residen: Apakah Residen sebagai mahasiswa atau tenaga pelayanan, atau keduanya?

Diskusi di Bali:
Pendidikan residen dan fellow menjadi hal yang perlu dilakukan perubahan besar termasuk masalah posisi residen. UU Pendidikan Kedokteran telah mencanangkan perubahan besar dalam manajemen pendidikan residen. Apakah lembaga pendidikan anda akan melakukan perubahan di dalam pendidikan residen dan fellow. Perubahan apa yang akan dilakukan?

Check mingguan
Mengenai kemauan dan situasi terkait dengan pembentukan kelompok kerja, silahkan anda check kembali situasi yang ada saat ini dan bandingkan dengan minggu lalu. Apakah ada kemajuan ataukah ada kemunduran?
checklist mingguan
Kami berharap nilai anda membaik dari apa yang didapat minggu lalu.

Pengiriman hasil: Minggu ini tidak ada pengiriman

Apa yang akan dikerjakan sebelum pertemuan tatap muka di Bali?


time21 Mei – 25 Mei 2014 :

 

Membahas Modul Diagnostik
dan Persiapan Pertemuan Hari 2 di Bali.

Catatan Penting:
Luangkan waktu anda dan lingkari tanggal-tanggalnya untuk menghadiri:

Catatan Penting:
Luangkan waktu Anda dan lingkari atau tandai tanggal-tanggal berikut ini, kami nantikan kehadiran Anda:

Forum Eksekutif
Dekan-Dekan Fakultas Kedokteran
(Medical School Dean Executive Forum)

di Bali pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 30 dan 31 Mei 2014.
Acara dimulai pukul 13.00 hari Jumat tanggal 30 Mei, dan diakhiri hari Sabtu tanggal 31 Mei pukul 15.00.

Acara ini terbatas untuk para Dekan FK dengan Akreditasi A dan tidak dilakukan webinar (klik untuk informasi lebih lanjut)