Pendidikan Berbasis Daerah Meningkatan Kesediaan untuk Tetap Bekerja di Daerah

Masalah kekurangan dokter di daerah sekarang menjadi isu yang sedang hangat diperbincangkan. Penyediaan dokter untuk bekerja di daerah dengan membiasakan dalam pendidikannya menjadi salah satu cara yang dilakukan. Selain itu, pendidikan yang dilakukan di daerah juga menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan. Dengan menyediakan pendidikan di daerah yang memiliki kekurangan dokter akan menjadikan dokter nyaman dan tetap bekerja di daerah tersebut. Seperti penelitian yang dilakukan di Kanada menunjukkan adanya hubungan postitif antara pendidikan yang dilakukan di daerah dengan jumlah dokter yang tetap bekerja di daerah tersebut. Paparan pada hal-hal yang dilakukan di daerah menjadi kunci untuk membiasakan mahasiswa untuk bekerja di daerah. Paparan ini bergantung juga dengan durasi, waktu, dan frekuensi paparan yang dilakukan selama pendidikan. Semakin tinggi kualitas paparan diharapkan dapat menyelesaikan masalah kekurangan dokter selama ini di daerah.

Selengkapnya klik disini

Meningkatkan Cakupan Pekerja Informal dalam Jaminan Kesehatan di Negara Berpenghasilan Rendah dan Sedang

Data nasional tahun 2017 menunjukkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia berkisar 70% yang 11,4% diantaranya adalah peserta PBPU. Dari jumlah tersebut, masih 50% dari target 80%-95% yang aktif membayar iuran. Masih rendahnya cakupan peserta dan kolektibilitas iuran dari pekerja bukan penerima upah (PBPU) / pekerja sektor informal berpotensi memperbesar miss match neraca keuangan BPJS Kesehatan ke depannya. Bagaimana meningkatkan cakupan kepesertaan sektor informal? USAID’s Health Finance and Governance (HFG) akan menyeleggarakan webinar yang mengusung topik “Expanding Health Coverage for Informal Workers in Low- and Middle-Income Countries” dengan menghadirkan panelis dari HFG, International Labor Organization, dan Oxfam. Webinar akan diselenggarakan pada Rabu, 5 April 2017 (9:00 am New York, GMT-04:00 atau 20.00 Wib, GMT+07.00). Bapak/ Ibu/ Sdr dapat mengikuti webinar dengan mengakses link berikut menjelang waktu yang telah ditentukan:

Klik disini untuk mengikuti webinar

Peran Pasien dalam Pendidikan Kedokteran yang Baik

Pasien sebagai pembelajar dalam melakukan pemeriksaan fisik mulai pertama kali muncul pada 1960. Ada sebuah potensi besar untuk promosi pembelajaran dengan berfokus pada pasien, kolaborasi antar profesi, keikutsertaan komunitas, pembagian dalam pengambilan keputusan dan bagaimana dalam mendukung pelayanan mandiri. Pasien sebagai pusat dalam proses pembelajaran bidang kedokteran sudah biasa untuk menjadi bahan sebagai gambaran kondisi pasien sebenarnya. Pasien sebagai guru dalam pembelajar keterampilan klinis telah dikembangkan pada awal 1970-an dari konsep Barrows dan Abrahamson. Pembelajaran yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan keterampilan komunikasi. Pada beberapa studi menyebutkan bahwa mahasiswa puas dengan keterlibatan pasien dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan pasien berpengaruh pada hal keterampilan teknis, keterampilan interpersonal, pemahaman empati, dan pengembangan kemampuan individu dalam mendekati pasien.

Selengkapnya silahkan klik disini