• sCHOLARSHIPS AVAILABLE
  • diskon 75
  • diskon 50

Reportase Peran LAM PT-KES dalam Peningkatan Mutu Berkelanjutan Perguruan Tinggi Kesehatan di Indonesia

Peran LAM PT KES dalam Peningkatan Mutu Berkelanjutan image 106 Mei 2019

Indonesia sebagai anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menghadapi gelombang globalisasi yang multiaspek, salah satunya globalisasi industri pendidikan tinggi dan kesehatan. Indonesia harus mempersiapkan diri dalam menghadapi AFTA, APEC, dan ACFTA. Penguasaan keilmuan, keterampilan, dan perilaku lulusan kesehatan menjadi salah satu penentu kualitas pelayanan kesehatan dan sebagai modal penting untuk bersaing dalam globalisasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penjaminan kualitas industri pendidikan tinggi dan kesehatan untuk memberikan bukti dan membangun kepercayaan bahwa kualitas suatu institusi pendidikan tesebut dapat berfungsi dengan baik.

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi berfungsi mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk mewujudkan pengajaran yang bermutu. Sebagai bagian dari tenaga profesional kesehatan yang nantinya akan berkecimpung di bidang pendidikan kesehatan, maka mahasiswa S2 Program Pascasarjana Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan (IPK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK - KMK UGM) mengadakan visitasi lapangan ke sejumlah lembaga yang berkaitan dengan standarisasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia. Visitasi ini merupakan rangkaian Blok Elektif di Pascasarjana S2 IPK FK - KMK UGM. Salah satu lembaga yang menjadi fokus kegiatan tersebut yaitu Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Mahasiswa S2 Program Pascasarjana IPK FKKMK UGM yang melakukan visitasi disambut hangat oleh ketua LAM - PTKes (Prof. dr. Usman Chatib Warsa, Sp.MK., PhD), Direktur Akreditasi (Dr. Soetrisno, M.A), Sekretaris LAM-PTKes (Prof. Dra. Elly Nurachmah, M.App.Sc., D.N.Sc.), serta bendahara LAM-PTKes (Dra. Nursamsiah Asharini, M.Si). Dalam kesempatan berharga ini dipaparkan latar belakang, capaian, dan perubahan signifikan akreditasi oleh LAM - PTKes dalam menjawab tantangan globalisasi, peraturan pemerintah mengenai pendidikan tinggi, dan partisipasi aktif masyarakat profesi dalam penjaminan mutu eksternal pendidikan tinggi kesehatan. Visitasi kemudian ditutup dengan sesi diskusi.

Latar belakang berdirinya LAM - PTKes untuk menjawab tuntutan : 1) globalisasi industri pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan, 2) peraturan perundang -undangan (UU 12/12 tentang Pendidikan Tinggi), 3) partisipasi aktif masyarakat profesi dalam penjaminan mutu eksternal pendidikan tinggi kesehatan. Lembaga ini didirikan dengan tujuan memberikan status dan peringkat akreditasi program studi kesehatan, terutama untuk menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan langkah - langkah konkret yang akhirnya bermuara pada budaya peningkatan mutu berkelanjutan (culture of continuous quality improvement).

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, hingga April 2019 LAM - PTKes telah melakukan akreditasi 2959 program studi di pendidikan tinggi kesehatan Indonesia dalam bidang ilmu kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kebidanan, farmasi, kesehatan masyarakat, gizi, dan kesehatan lainnya. Sejumlah 423 (14,5%) institusi tersebut mendapat predikat akreditasi A, 1811 (61,2%) mendapat predikat B, 719 (24,3%) institusi merah predikat C, dan 6 institusi tidak terakreditasi. Sebagian besar institusi yang telah terakriditasi 5 tahun lalu, mengalami kenaikan predikat. Hal ini salah satu perwujudan nyata adanya kesadaran, motivasi, dan langkah - langkah konkret yang akhirnya bermuara pada budaya peningkatan mutu berkelanjutan dari institusi tersebut.

Peran LAM PT KES dalam Peningkatan Mutu Berkelanjutan image 2Sebagai lembaga yang berwenang menerbitkan SK akreditasi perguruan tinggi kesehatan di Indonesia, LAM - PTKes telah mendapat pengakuan jaminan mutu baik dari lembaga audit nasional maupun internasional. LAM - PTKes mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap audit keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia tahun 2016 hingga 2018, dan monitoring evaluasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN - PT) 2015 hingga 2018. Pengakuan internasional diraih LAM - PTKes dari World Federation for Medical Education (WFME) dan Asia Pacific Quality Network (APQN) 2018.

Perubahan kondisi global turut membuat LAM - PTKes melakukan perubahan signifikan akreditasi 2019. Perubahan - perubahan yang terjadi diantaranya : 1) pembuatan dan implementasi instrumen baru 9 kriteria; 2) peningkatan kompetensi penilai melalui pelatihan baru 10 modul; 3) persiapan prodi kesehatan dengan sistem akreditasi baru; 4) fasilitas, SDM, dan program IT yang lebih menunjang operasional; 5) surveilans berperan sebagai agent of change sebagai pendampingan dan memotivasi perubahan institusi secara berkelanjutan.

Dengan adanya pengetahuan terhadap sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia, diharapkan lulusan S2 Program Pascasarjana IPK FK - KMK UGM berperan aktif sebagai agent of change dari institusi tempat mengabdi dengan menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan langkah - langkah konkret yang akhirnya bermuara pada budaya peningkatan mutu berkelanjutan (culture of continuous quality improvement

Reporter: Supak Silawani (DPK FK – KMK UGM)