Perlunya Metode Pengajaran Clinical Reasoning yang Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Diagnosis Mahasiswa Kedokteran

Category: Pengantar Mingguan Hits: 123

Membantu mahasiswa kedokteran untuk handal dalam mendiagnosis merupakan tujuan penting dari pendidikan kedokteran. Kemahiran untuk melakukan clinical reasoning dalam rangka menegakkan diagnosis ini didapatkan mahasiswa pada saat rotasi klinik di bangsal, dimana mahasiswa melihat pasien nyata dan diminta untuk menerapkan pengetahuan mereka tentang penyakit untuk pertama kalinya. Namun, dalam kenyataannya belajar selama rotasi klinik sebagian besar dilakukan secara learning by doing, dan kesempatan untuk meninjau secara kritis kinerja seseorang sangat terbatas.

Sebuah studi yang dilakukan pada clinical setting dimana kepaniteraan klinik berlangsung, menunjukkan kurang dari setengah mahasiswa dapat melihat pasien dengan masalah medis yang memiliki tingkat prevalensi tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut, fakultas kedokteran mengembangkan kursus Clinical Reasoning yang dapat memberikan siswa banyak kesempatan untuk berlatih dan merawat pasien serta mendapatkan feedback. Kursus tersebut merupakan bagian dari kurikulum pre - klinis, sebagai persiapan untuk rotasi klinik, tetapi diberikan pada fase awal kurikulum, termasuk pada tahun pertama perkuliahan.

Dalam forum diskusi bersama dengan pendampingan dosen (Critical Appraisal) mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan (S2 - IPK) FK-KMK UGM 16 Desember 2019 lalu di Ruang Kuliah Gd. Radioputro Lt. 6 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, membahas sebuah artikel dalam jurnal Medical Education Review (2015) yang berjudul “How to improve the Teaching of Clinical Reasoning: a narrative reviewe and a Proposal” yang membahas penelitian untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan dalam mengajar clinical reasoning secara sistematis.

Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah tinjauan literatur tentang pengajaran Clinical Reasoning (CR), untuk mengidentifikasi pendekatan cara mengajar CR kepada mahasiswa dan training physicians dan identifikasi publikasi tambahan melalui referensi yang dikutip dari makalah awal. Mahasiswa S2 IPK melakukan telaah kritis (critical appraisal) terhadap jurnal tersebut menggunakan SANRA - a Scale for the Quality Assessment of Narrative Articles, dengan 6 pertanyaan yang disertai jawaban berdasarkan penilaian presenter.

Kesimpulan yang didapatkan dari critical appraisal ini adalah terdapat bukti empiris bahwa pendekatan whole case dan knowledge-oriented berkontribusi dalam meningkatkan clinical reasoning mahasiswa, sedangkan untuk pendekatan thinking process-oriented sebagian besar terbukti tidak efektif. Dalam mengajarkan clinical reasoning harus disesuaikan dengan tingkat kemahiran mahasiswa juga.

Selengkapnya >