Collaborative Practice Bidang Maternitas pada Tenaga Kesehatan

Collaborative Practice Bidang Maternitas pada Tenaga Kesehatan

Sistem kesehatan dunia saat ini sedang mengalami krisis yang menyebabkan kebutuhan kesehatan masyarakat tidak terpenuhi. Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan belum optimal. Salah satu solusinya adalah penerapan praktik kolaboratif interprofesional. Saat ini, di rumah sakit Indonesia belum terlihat adanya kolaborasi tim yang setara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan penerimaan praktik kolaborasi interprofesional tenaga kesehatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah perawat, bidan, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, apoteker, dan ahli gizi yang memiliki pengalaman kerjasama di bagian obstetri ginekologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebanyak 10 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan Focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Kredibilitas dan reliabilitas data diperoleh dengan triangulasi, debriefing, member checking dan rich data. Etika penelitian termasuk informed consent dan persetujuan komite etik.

Sebagian besar responden memiliki persepsi yang salah tentang definisi kolaborasi interprofesional. Semua responden menerima jika kerjasama interprofesional dilaksanakan dengan baik. Analisis data menghasilkan enam kategori yaitu persepsi petugas kesehatan tentang kolaborasi interprofesional, implementasi kolaborasi interprofesional di rumah sakit, penerapan unsur-unsur kolaborasi dalam kolaborasi interprofesional, harapan petugas kesehatan untuk kolaborasi yang lebih baik, motivasi petugas kesehatan dalam melakukan kolaborasi interprofesional dan variasi penerimaan petugas kesehatan. dari kolaborasi interprofesional.

Sebagian besar petugas kesehatan belum memiliki persepsi yang benar tentang praktik kolaboratif interprofesional. Semua tenaga kesehatan diterima jika praktek kerjasama interprofesional diterapkan dengan baik di ruang bersalin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Selengkapnya:  https://doi.org/10.22146/jpki.25264

COMMENTS