Harus Ada Langkah Konkret, Tak Hanya Berhenti pada Retorika

Auto Draft

Hari ini, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya memasuki usia kelima.

Hal ini sesuai dengan SK Kemenristekdikti No 124/KPT/1/2016. Untuk memperingati hari ulang tahun itu, FK UM Surabaya mengadakan beberapa acara. Antara lain, bedah buku Prof dr Hanafi Muljohardjono, Sp.S, Sp.KJ(K) yang berjudul: Conceded Comprehensive Study in Humanistic Medicine.

“Buku ini bisa sebagai pengingat, bahwa dokter, termasuk dokter umum seharusnya mempelajari humanistic medicine,” kata Dr dr Citrawati Dyah Kencono Wungu, Msi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya yang menjadi salah satu panelis dalam acara tersebut.

“Misalnya bagaimana kita berempati kepada ibu hamil, lalu melakukan dukungan psikologi kepada pasien. Juga bagaimana kita menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Buku ini, saya kira bisa membantu dokter untuk lebih memahami terkait masalah empati itu,” ucap dr Citrawati.

“Buku ini ditulis dalam Bahasa Inggris, jadi bisa dipakai mahasiswa kelas internasional. Cocok sekali diterapkan dalam perkembangan terkini,” tambahnya.

Selain bedah buku, ada juga beberapa lomba dalam rangkaian acara ulang tahun. Antara lain desain poster sambut Ramadan, lomba poster health for all, dan lomba video tutorial memasak sehat.

Dan puncak ulang tahun yang berlangsung hari ini (28/3), FK UM Surabaya menghadirkan Ketua PP Muhammadiyah dokter Agus Taufiqurrahman, SpS, M.Kes. Temanya adalah Fakultas Kedokteran UM Surabaya Semakin Mencerahkan Iman.

Dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com, Dekan FK UM Surabaya dr H.M. Jusuf Wibisono, Sp.P(K), FCCP, FIRS mengatakan bahwa langkah konkret dalam mencerahkan di bidang pendidikan kedokteran sangat diperlukan. Yang tak kalah penting adalah mencerahkan masyarakat dengan berbagai langkah nyata.

Dokter Jusuf Wibisono mengatakan bahwa dalam perjalanan selama lima tahun, FK UM Surabaya berusaha menjadi fakultas yang unggul dalam bidang moralitas, intelektualitas, berjiwa entrepreneur, dan berwawasan kedokteran komunitas yang mandiri, serta Islami (qoryah thoyyibah).

Selain itu, tujuan FK UM Surabaya adalah menghasilkan lulusan yang berkualitas. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial pada masyarakat, bangsa, dan negara.

Apalagi dalam suasana pandemi Covid-19 dan menjelang bulan Ramadan, maka institusi seperti kampus punya peran sentral. Yakni untuk memberikan edukasi bidang kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi memang harus peduli dengan sesama lewat langkah nyata, tidak hanya berhenti pada retorika semata,” kata dokter Jusuf.


Sumber: https://www.jawapos.com/jpg-today/28/03/2021/harus-ada-langkah-konkret-tak-hanya-berhenti-pada-retorika/

COMMENTS