Diskusi Pembelajaran Jarak Jauh di UGM

pjj 22 januari 6Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK – KMK) menginisiasi diskusi pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Januari 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk mengawal pembentukan program studi PJJ di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Jika menilik pengalaman, terdapat dua program studi yang sudah melaksanakan PJJ di UGM, yaitu Teknik Mesin dan Manajemen Rumah Sakit. Sejalan dengan diskusi ini, Pusat Inovasi dan Akademik (PIKA) UGM telah menerbitkan kebijakan per Februari 2019, seluruh dosen UGM dibekali akun WebEx Cisco. Harapannya akun ini dapat memfasilitasi kelas secara daring ke depannya. Laporan ini ditulis oleh dua dosen muda Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FK – KMK.

Selengkapnya silahkan klik link dibawah ini:

Reportase 10 Januari 2019 >

Reportase 22 Januari 2019 >

Reportase 31 Januari 2019 >


Reportase Diskusi Outlook 2019: SDM Kesehatan (Khusus Dokter)

PKMK – Yogya. Pada Kamis (17/1/2019) PKMK menyelenggarakan diskusi outlook terkait ketersediaan dokter di daerah. Sejumlah pembicara dan pembahas mengisi sesi kali ini, baik secara langsung maupun webinar. Tema yang diangkat kali ini ialah masa depan dokter umum di era JKN: bagaimana kesempatan bekerja untuk dokter umum?


Sesi 1

Sesi ini dibuka oleh Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS dengan paparan ] latar belakang pemilihan isu dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dokter gigi spesialis adalah karena profesi ini masih memiliki masalah mendasar dari sisi ketersediaan. Penyelenggaraan outlook kali ini sedikit berbeda dari yang sebelumnya, yaitu dikemas dalam acara talk show yang memungkinkan dialog interaktif antar pembicara dan pembahas serta peserta. Penyampaian momen penting RPJMN yang mewarnai tahun ini dan realitas dunia kesehatan 2018 (over producing for GPs, isu kualitas, distribusi, isu multitasking dan dual job, menyisakan empat pertanyaan kunci pada 2019, yaitu:

Hasil Diskusi: Forum Lintas Fakultas #2: Filantropisme di Sektor Kesehatan

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM

Hasil diskusi mengenai "Filantropisme di Sektor Kesehatan"

Senin tanggal 23 April 2018.

Pembicara: Prof. Laksono Trisnantoro (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan  Keperawatan UGM)

Pembahas: Prof. Muhadjir Darwin (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM).

  1. Filantropisme bukan pengganti sistem pajak, walaupun mempunyai prinsip sama…memberikan bantuan bagi yang miskin dan membutuhkan. Filantropisme bekerja dengan dasar sukarela dan komitmen perorangan atau korporasi.
  2. Filantropisme tidak dapat masuk ke unit pemerintah, sebaiknya tetap di masyarakat. Pemerintah membuat kebijakan yang mendorong dan menjaga keamanan dana filantropisme. 
  3. Masih ada perdebatan mengenai apakah Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan filantropisme atau tidak. Perdebatan ini perlu diikuti dengan riset mengenai keberhasilan atau kegagalan kebijakan CSR.

Diskusi dan Koordinasi Pengelolaan SDM di Fakultas Kedokteran dan RS Pendidikan

Yogyakarta- Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) telah menyelenggarakan kegiatan Diskusi dan Koordinasi Pengelolaan SDM Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan pada Rabu (03/01/2018). Kegiatan ini mendatangkan narasumber Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD (Dirjen Sumber Daya Iptek DIKTI) dan Agus Praptana, S.Sos, M.AP(Kasubdit Kenaikan Pangkat dan Jabatan Badan Kepegawaian Negara).

Kegiatan ini dibuka oleh Prof. dr. Ova Emilia, Mmed.Ed., Sp.OG (K) PhD selaku Dekan FK UGM. Prof. Ova mengutarakan banyak ketidaksesuaian aturan yang ada di lapangan yang membuat risau. Beliau berharap Prof. Ali Ghufron sebagai Ketua Komite Bersama dapat menjadi penyambung Kemenkes dan Kemenristekdikti sebagai problem solver. “Peserta disilakkan untuk menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi untuk didiskusikan solusinya bersama.” Tegasnya.

Pada sesi pertama, Prof. dr. Ali Ghufron membahas tentang Sinergi SDM Fakultas Kedokteran Negeri dari Kemenristek dan Kemenkes. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya, harus dimunculkan berbagai inovasi. “RS Pendidikan selain berfokus pada pelayanan dan mendidik, harus ada inovasi-inovasi di dalamnya.” Papar beliau.


Pada sesi kedua, Agus Praptana mendiskusikan tentang Penyelesaian permasalahan dosen S1 yang memiliki Sp1. Beliau menyatakan bahwa awal permasalahannya adalah UU 14 tahun 2005 dosen harus bergelar S2. “Kualifikasi pendidikan, kompetensi, dan sertifikat pendidik menjadi dasar bagi dosen” Ujar beliau.


Diskusi kegiatan berlangsung dengan hangat. Beberapa peserta menanyakan tentang pengelolaan SDM terutama di Fakultas Kedokteran dan RS Pendidikan. (Af)



Jadwal & Materi Kegiatannext


Pokok - Pokok Pemikiran Mengenai IDI dan Kolegium Sebagai Organisasi Profesi yang Terpisah di Dunia Kedokteran Indonesia

Terdapat dua bagian yang saling bekerja sama dalam dunia kedokteran Indonesia, yaitu sektor pendidikan dan sektor pelayanan kesehatan. Setelah disahkannya UU Praktek Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran, sampai saat ini masih terjadi perbedaan pendapat mengenai dua sektor yang terpisah tapi berhubungan tersebut. Maka, PKMK FK UGM berinisiatif membahas hubungan kedua sektor tersebut pada Senin, 11 September 2017 pukul 12.30-14.00 Wib di Laboratorium Kepemimpinan dan Komunikasi, FK UGM.