Critical Appraisal: Seputar Problem - Based Learning Tutors

Category: Reportase Kegiatan Hits: 343

Kegiatan belajar bersama Critical Appraisal artikel jurnal kali ini dilakukan oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK - KMK) UGM diselenggarakan pada 8 April 2019 di R. Kuliah Lt. 6 Departemen Pendidikan Kedokteran dan Bioetika, Gd. Radioputro,FK - KMK UGM kali ini mendiskusikan sebuah artikel dalam jurnal yang berjudul “What Can We Learn from Problem - Based Learning Tutors at a Graduate Entry Medical School? A Mixed Method Approach”. Artikel ini telah dipublikasikan dalam Jurnal BMC Medical Education secara Open Access. Critical Appraisal kali ini menggunakan Mixed Methods Appraisal Tools (MMAT) 2016 dengan 17 pertanyaan disertai jawaban berdasarkan penilaian presenter.

Tema artikel ini menarik dibahas karena mengupas peran tutor dalam kegiatan tutorial Problem-based Learning (PBL) dalam mempengaruhi keberhasilan hasil PBL bagi mahasiswa, dimana dalam penelitian sebelumnya, implementasi PBL tidak sesuai teori karena kurangnya atensi akan pentingnya mempertahankan PBL dalam kurikulum, kurangnya engagement dari mahasiswa dan kurangnya dukungan kepada tutor untuk mengembangkan kemampuan sebagai fasilitator. Selain itu, secara keseluruhan hasil penelitian jurnal ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian.

Penelitian dalam artikel tersebut bertujuan menggali pengalaman i tutor dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil dari PBL. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah mixed method, melalui studi kuantitatif menggunakan survey dan studi kualitatif dengan FGD untuk mendukung hasil kuantitatif.

Hasil dari critical appraisal kali ini adalah tidak semua abstrak memiliki latar belakang. Kedua, penggunaan tabel yang dituliskan berdekatan dengan keterangan memudahkan pemahaman. Ketiga, ternyata mahasiswa cenderung mencari bahan tutorial dan tujuan pembelajaran dari kakak tingkat serta penggunaan media pendukung seperti gawai dan buku teks mengurangi engagement dalam proses tutorial. Hal tersebut dapat dijadikan kebijakan berupa aturan dalam proses tutorial mengenai penggunaan media pendukung.

Selengkapnya