Mengenal Hidden dan Informal Kurikulum Dalam Kedokteran

Mahasiswa sudah memiliki rencana belajarnya masing-masing ketika awal masuk dalam pendidikan kedokteran. Strategi belajar yang dilakukan melebihi dari kurikulum formal yang diberikan, tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian. Kegiatan belajar di luar dari kurikulum merupakan salah satu hal lain yang mungkin dapat membawa sebuah ilmu tambahan bagi mahasiswa. Namun perlu menjadi catatan jangan sampai kegiatan tersebut mengandung unsur bullying yang melanggar norma-norma dalam kehidupan sosial. Banyak mahasiswa yang telah mengetahui adanya kegiatan ini dan menganggapnya sebagai hal yang wajar, seperti penelitian yang dilakukan di Australia menunjukkan bahwa mereka mengatahui dan menyadari bahwa kegiatan di luar kurikulum perlu dilakukan walaupun tidak ada metode untuk menilainya seperti kegiatan formal yang ada pada kurikulum.

Role Model dan Pilihan Karir Mahasiswa Kedokteran

Sarjana kedokteran bukan mejadi tujuan akhir dalam pendidikan kedokteran. Masih panjang jenjang karir yang bisa ditempuh oleh seorang mahasiswa kedokteranMelanjutkan profesi dokter melalui pendidikan dokter spesialis dan masih banyak lagi pilihan karir seorang mahasiswa kedokteran. Banyak hal yang akan mempengaruhi pemilihan ini dari awal. Sejak dini terpapar terhadap faktor tersebut akan banyak mempengaruhi penentuan karir selanjutnya. Penelitian ini bisa sedikit menggambarkan bagaimana faktor-faktor yang akan mempengaruhi pemilihan karir tersebut.

Role model seperti BJ Habibie atau Soekarno sangatlah besar pengaruhnya terhadap semangat seorang penerus bangsa dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa indonesia. Demikian halnya terjadi pada mahasiswa kedokteran yang akan menempatkan Prof. Dr. M. Sardjito sebagai role model dalam menggapai cita-cita. Pada penelitian ini akan dibahas sebarapa kuat role model dalam meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap pemilihan jenjang karir tersebut.

Hidden Curriculum untuk Memahami Profesionalisme Pendidik

Beberapa pendidik setuju bahwa penelitian mengenai perilaku mahasiswa lebih baik dilakukan agar ke depannya bisa digunakan sebagai dasar penentuan program pendidikan pada mahasiswa. Hubungan antara pendidik dan mahasiswa akan sangat penting dalam program pendidikan yang akan dilakukan. Interaksi ini bisa menjadikan mahasiswa semakin terpacu untuk belajar. Selain itu yang lebih penting adalah interaksi antara mahasiswa dan pasien. Interaksi ini juga penting untuk mebumbuhkan kepercayaan dari mahasiswa itu sendiri. Berikut akan ada beberapa model interaksi antara pendidik dan mahasiswa maupun mahasiswa dan pasien.