Membangun Komunikasi Efektif Antara Petugas Farmasi Dengan Dokter dan Pasien Melalui Metode Pelatihan yang Tepat

Category: Pengantar Mingguan Hits: 344

Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif adalah keterampilan yang penting pada profesi farmasi. Manfaat adanya komunikasi efektif dengan pasien dan petugas kesehatan lain berhubungan dengan berkurangnya kesalahan pengobatan, peningkatan pemahaman pasien terhadap pengobatan, kepatuhan pengobatan dan hasil yang optimal. Saat ini keterampilan komunikasi masih menjadi isu yang menarik setiap tahun meskipun selalu diteliti dan didiskusikan. Pelatihan komunikasi diperlukan bagi tenaga farmasi untuk meningkatkan keterampilan dan sikap mereka mengenai komunikasi terhadap pasien dan juga tenaga kesehatan lain.

Pada 2 Maret 2020 telah diadakan  diskusi bersama dengan pendampingan dosen yang dilakukan oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan (S2-IPK) FK - KMK UGM di Ruang Kuliah Gd. Radioputro Lt. 6 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM untuk membahas sebuah artikel jurnal yang berjudul “ The Influence of a Patient Counseling Training Session on Pharmacy Student’s Self-perceived Communication Skills, Confidence Levels and Attitudes about Communication Skills Training” yang diterbitkan oleh Jurnal BMC Medical Education (2019) 19:172. Penelitian pada jurnal tersebut  bertujuan untuk mengevaluasi  efek dari Communication Skill Training (CST) di bidang pendidikan farmasi di Korea Selatan , dimana sebagian besar kurikulum sekolah farmasi di Korea Selatan belum memasukkan pembelajaran CST di dalamnya.

Metode penelitian dilakukan terhadap 64 mahasiswa farmasi tahun kelima Ewha Womans University College of Pharmacy, South Korea yang diminta mengisi kuisioner berupa open-ended question dengan format free text untuk mengetahui respon partisipan sebelum dan sesudah kursus Laboratorium Eksperimen Farmasi VI selama semester musim semi 2017 yang meliputi kuliah, diskusi kelompok kecil, role-play, video dan umpan balik dari tutor. Survei yang dilakukan terdiri dari pertanyaan tentang karakteristik demografis siswa, keterampilan komunikasi, sikap dan kepercayaan diri mereka, kegunaan metode pengajaran dan saran mereka untuk kursus mendatang. Keandalan setiap bagian dari alat survey dinilai dengan Cronbach AlphaCritical appraisal dari jurnal ini menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal tool for Quasi Experimental Studies dengan 9 pertanyaan yang disertai jawaban bedasarkan penilaian presenter.

Kesimpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa mahasiswa setelah mendapatkan pelatihan komunikasi mengalami peningkatan signifikan pada keterampilan komunikasi mereka, sikap mereka terhadap pelatihan komunikasi dan tingkat kepercayaan diri. Pelatihan komunikasi sangat bermanfaat untuk membangun komunikasi efektif dengan pasien dan tenaga kesehatan profesional lainnya.

Selengkapnya