Mengenali Potensi Aplikasi Pada Smartphone Sebagai Sarana Efektif Untuk Pembelajaran Kesehatan

Category: Pengantar Mingguan Hits: 241

Smartphone (gawai pintar) merupakan alat komunikasi antar pribadi berbasis internet yang sudah banyak digunakan saat ini untuk berbagai keperluan mulai dari komunikasi, browsing informasi, kamera, dan penggunaan berbagai fitur dan aplikasi, termasuk aplikasi media social dan pendidikan. Seiring dengan perkembangan teknologi digital saat ini, marak diluncurkannya penggunaan aplikasi - aplikasi pendidikan yang berbasis smartphoneyang bertujuan untuk menciptakan sistem pembelajaran mandiri (self directed learning) yang memungkinkan pengguna untuk berulang kali mengakses informasi dan berlatih keterampilan tanpa batasan ruang dan waktu.

Pada diskusi bersama dengan pendampingan dosen (Critical Appraisal) yang dilakukan oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan FK - KMK UGM pada 10 September 2018 di Ruang Kuliah Gd. Radioputro Lt. 6 FK - KMK UGM yang merupakan kegiatan peningkatan kapasitas akademik mahasiswa, dilakukan diskusi terhadap artikel yang berjudul “ A Smartphone Application to Educate Undergraduate Nursing Students about Providing Care for Infant Airway Obstruction.” yang diambil dari Journal Nurse Education Today. Tujuan penelitian dalam jurnal tersebut adalah: 1). Mengembangkan aplikasi berbasis smartphone yang dirancang untuk mengajarkan informasi keperawatan pada mahasiswa Korea mengenai pencegahan dan penanganan hambatan saluran udara bayi dan mengembangkan keterampilan, 2). Mengevaluasi keefektifan aplikasi dengan mengukur pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan mahasiswa keperawatan dalam simulasi kinerja saat memberikan perawatan.

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental (Randomized Control Trial) dengan uji coba secara acak melalui pra dan pasca tes pada kelompok eksperimen (perlakuan) sertakelompok kontrol universitas di Korea. Variabel yang diukur adalah pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam kinerja dan mengevaluasi kepuasan setiap kelompok dengan metode pembelajaran. Kelemahan dari penggunaan metode tersebut juga diuraikan secara jelas dalam artikel tersebut. Critical appraisal dari jurnal ini menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal tool for Quasi Experimental Studies dengan 8 pertanyaan dengan penilaian jurnal adalah include, artinya dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah pendidikan berbasis smartphone dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam pendidikan keperawatan terkait dengan obstruksi jalan napas bayi. Aplikasi smartphone yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat membantu siswa keperawatan berbahasa Korea untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri mereka dalam memberikan perawatan darurat untuk bayi dengan obstruksi jalan napas.

Selengkapnya >