• sCHOLARSHIPS AVAILABLE
  • diskon 75
  • diskon 50

Penggunaan Teknik Presentasi Kasus yang Berbeda dalam Proses Pembelajaran Residen- Snapps Dan One-Minute Perceptor (OMP), Mana Yang Lebih Cocok?

Berbagai macam teknik telah dikembangkan untuk mempermudah preceptor mengajarkan materi ke residen secara efektif, terutama pembelajaran secara aktif. Dua metode yang sering digunakan adalah SNAPPS dan OMP. SNAPPS mempromosikan presentasi kasus singkat dengan meminta peserta didik merangkum laporan aktual dan mengekspresikan ide - ide dan alasan klinis mereka, sedangkan OMP menyediakan intervensi singkat dan efektif untuk peserta didik selama pengajaran dalam setting rawat jalan. Selama ini belum ada laporan yang membandingkan secara eksperimental tentang kedua metode ini.

Pada kesempatan kegiatan belajar bersama dengan pendampingan dosen (Critical Appraisal) oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan FK - KMK UGM (13 Mei 2019) di Ruang Kuliah Gd. Radioputro Lt. 6 FK - KMK UGM, dilakukan diskusi pada salah satu jurnal open source yang diterbitkan oleh BMC Medical Education berjudul “How do Case Presentation Teaching Methods Affect Learning Outcomes?- SNAPPS and the One-Minute Preceptor.” Penelitian yang dilakukan dalam jurnal tersebut bertujuan menilai perbedaan antara SNAPPS dan OMP dalam konten presentasi kasus dan evaluasi peserta didik.

Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental pada presentasi kasus yang dilakukan oleh residen di Jikei University Daisan Hospital dan Tokyo Medical University Hospital di Jepang. Sedangkan Critical Appraisal dari jurnal tersebut menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools dengan 12 pertanyaan disertai jawaban.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perbandingan presentasi kasus pengajaran menggunakan SNAPPS atau OMP mengungkapkan perbedaan dalam konten dan diskusi presentasi kasus, termasuk perbedaan evaluasi residen tentang metode pengajaran. SNAPPS dapat menginduksi lebih banyak meaning unit yang terkait dengan pertanyaan dan ketidakpastian dan memberikan kepuasan lebih kepada residen, dibanding OMP. Kedua metode tersebut dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran dan dapat dimodifikasi sesuai konteks masing - masing. Secara keseluruhan dari hasil penilaian jurnal tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah hasil yang serupa dengan hasil penelitian tersebut akan diperoleh di negara dan wilayah lain yang budaya dan komunikasinya berbeda dari Jepang.

Selengkapnya >