Critical Appraisal: Mengajarkan Keterampilan Komunikasi Spiritual – Religi Mahasiswa Kedokteran Melalui Metode Osce

Category: Pengantar Mingguan Hits: 511

Structure Clinical Examination (OSCE) telah diterapkan selama 30 tahun di pendidikan kedokteran. Metode pembelajaran ini dapat menilai kemampuan pembelajar pada setting klinis, terutama aspek interpersonal dan komunikasi berdasarkan suatu masalah pemicu/scenario kasus. Pada kegiatan belajar bersama Critical Appraisal (CA) kali ini yang dilakukan oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Angkatan 2017 dan 2018 pada 15 April 2019 di Gd. Radioputro Lt. 6 FK-KMK UGM, mendiskusikan topik dalam jurnal yang dipublikasikan oleh Academic Medicine dengan judul “Using a Teaching OSCE to Prompt Learners to Engage with Patients who Talk About Religion and/or Spirituality.

Topik ini menarik dibahas, mengingat aspek komunikasi seringkali menjadi masalah dalam hubungan dokter-pasien, dimana dokter jarang melakukan komunikasi berdasarkan aspek religi-spiritual pasien karena kurangnya pendidikan atau kesadaran terhadap aspek tersebut. Pengaplikasian metode OSCE diharapkan dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan komunikasi terkait spiritual-religi, yang didukung adanya sesi refleksi untuk lebih menguatkan pembelajaran tersebut.

Penelitian dalam artikel tersebut mengungkapkan 2 teori pembelajaran yang digunakan, yaitu teori pembelajaran refleksi dan The Transtheoretical Model (TTM) yang dikembangkan oleh Proschaska dan DiClemente pada tahun 1970an melalui studi yang menganalisis perubahan perilaku perokok yang mampu berhenti merokok. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method, exploratory qualitative and quantitative oleh peneliti yang terdiri dari 28 orang sukarelawan yang terdiri dari staf, residen dan mahasiswa kedokteran pada Agustus 2018 kepada pasien standar selama 10 menit. Tahapan penelitian ini yang dilalui adalah intervensi Objective Structure Clinical Examination (OSCE), refleksi personal, refleksi terpandu dan refleksi grup.

Hasil dari critical appraisal kali ini adalah metode OSCE yang inovatif dapat mengembangkan model pembelajaran yang diharapkan mampu mempersiapkan praktisi kesehatan yang sadar akan pentingnya mengintegrasikan aspek religi-spiritual dalam komunikasi dengan pasien. Pembelajaran refleksi memungkinkan pembelajar untuk mengeksplorasi perspektif mereka terhadap aspek religi-spiritual dalam diskusi klinis dan menginisiasi kemampuan berpikir kritis, terutama pada konteks biopsikososial pasien.

Selengkapnya >