Peran IDI dan Perhimpunan Profesi dalam
Memperjuangkan Hak Residen dan Fellow dalam Proses Pendidikan

Jumat 4 Maret 2016, pukul 09.00 – 15.00
Tempat: Ruang Teater, Perpustakaan FK UGM

  Deskripsi:

Jaminan Kesehatan Nasional merupakan sebuah kebijakan pembiayaan yang meningkatkan permintaan akan pelayanan kesehatan. Jumlah pasien meningkat. Pelayanan mengugunakan system rujukan berjenjang melalui system rujukan nasional, propinsi, dan regional. Di sisi pemberi jasa pelayanan , ternyata tenaga kesehatan khususnya para dokter spesialis dan sub-spesialis tidak bertambah banyak. Saat ini Indonesia kekurangan spesialis dan sub-spesialis. Di berbagai daerah dilaporkan kurangnya sub-spesialis. Akibatnya yang memperoleh pelayanan canggih adalah masyarakat yang berada di kota-kota besar. Kekurangan jumlah dan jenis dokter spesialis dan sub-spesialis ini tidak lepas dari proses dan situasi yang terjadi di lembaga pendidikannya.

Dalam konteks perkembangan JKN, ada berbagai masalah dalam pendidikan spesialis dan sub-spesialis, antara lain:

  • FK yang menjadi tempat penyelenggara, praktis tidak banyak berubah;
  • Para dosen yang menjadi pengajar klinis semakin tua, dan penggantinya banyak yang berasal bukan dari pegawai perguruan tinggi;
  • Terjadi kegamangan ketika pendidikan Spesialis dan Sub-spesialis masuk pendidikan formal yang banyak aturan dari Kementrian Pendidikan dan Penelitian;
  • Penanganan residen yang belum jelas; apakah sebagai siswa atau pekerja atau keduanya.
  • dan berbagai masalah lainnya.

Seminar ini membahas mengenai penanganan residen dan fellow sebagai siswa atau pekerja .
Dalam konteks ini ada pertanyaan menarik mengenai peran Peran Perhimpunan Dokter Ahli dan IDI. APakah akan berperan penting dalam:

  1. Memperjuangkan hak dokter yang berstatus sebagai residen dan fellow untuk dibayar sebagai dokter yang berada dalam masa pendidikan;
  2. Memperhatikan penyebaran proses pendidikan residensi dan fellow agar tidak kekurangan di berbagai daerah.

  Tujuan Seminar:

  1. Membahas kemajuan proses pemenuhan hak residen dan fellow sesuai dengan UU Pendidikan Kedokteran;
  2. Membahas peranan IDI dan Perhimpunan Dokter Ahli dalam pemenuhan hak residen dan fellow.
  3. Membahas bentuk gabungan antara University-based dengan Hospital-Based training untuk residen dan fellow dalam Academic Health System.

  AGENDA

Waktu

Agenda

Pelaksanaan

08.00 – 08.30

Pendaftaran Peserta

 

08.30 – 08.45

Persiapan webinar

 

08.45 – 09.00

Pembukaan dan Pengantar

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D

09.00 – 12.00

Sesi I

Apakah residen dan fellow merupakan dokter yang bekerja dalam pendidikan ataukah seorang siswa? Apakah ada Kemajuan dalam pelaksanaan UU Pendidikan Kedokteran?

Pembicara :

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D

Pembahas tahap I:

  1. Ketua AIPKI
  2. Ketua ARSPI
  3. Ketua ARSADA

Pembahas tahap II :

  1. Ketua IDI
  2. Ketua IKABI
  3. Kepala Badan PPSDM

12.00 – 13.30

Sholat Jumat dan Makan Siang

 

13.30 – 15.00

Workshop

Memahami proses perubahan yang diharapkan terjadi dalam hubungan antara RS Pendidikan dan Fakultas Kedokteran yang menyelenggarakan pendidikan Spesialis dan Sub-Spesialis :

  • Situasi saat ini : Hasil dari beberapa riset
  • Harapan di masa mendatang : Kasus di berbagai Academic Health System di Indonesia

Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Sc., Ph.D

15.00 – 15.30

Penyusunan Agenda Ke depan

 

15.30 – 16.00

Penutup

 

Biaya mengikuti kegiatan:

  1. Tatap muka di Yogyakarta : Rp 300.000,- per orang.
  2. Jarak-jauh melalui webinar : Rp 1.000.000,- (1 kelompok dengan peserta tidak terbatas).

Termasuk konsumsi, paket meeting dan sertifikat ber-SKP IDI.

  PENDAFTARAN

Angelina Yusridar / Hendriana Anggi
Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia
Telp : 081227938882 / 08111019077
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 
Website: www.kebijakankesehatanindonesia.net  / www.pendidikankedokteran.net