Hits: 2750

Sesi 2. sesi-2-7

 

Workshop kali ini dihadiri perwakilan dari RS Mitra A yaitu RS Harapan Kita, RSUD Dr. Soetomo, RSUD Sanglah,RS Panti Rapih, RSCM, RSD Moewardi dan RSUP Dr. Sardjito. Fasilitator sesi ini ialah dr. Andreasta Meliala, Mkes dan Dr. dr. Dwi Handono Sulistyo, Mkes. Jika menilik data dari Kemenkes, maka bisa dikatakan, demand akan residen luar biasa. Namun, Kemenkes masih menugaskan secara individu. Jika unitnya sudah jadi, apa yang akan terjadi. AIPMNH sudah menyatakan akan mendukung. Apa yang akan kita usulkan?

Perwakilan RS Dr. Soetomo memaparkan renstra yang akan datang, prodi obstetri mencoba dengan VSAT. Hal yang akan ditinjau lagi ialah fasilitas dan bagaimana cara mengoperasikannya?

Perwakilan RSD Sanglah memaparkan harus ada kebijakan terpadu antara RS dan FK. Kemudian, harus ada anggaran dari FK dan yang bersifat sister hospital, hingga saat ini Pemda Bali masih sendiri-sendiri. Indikator kinerja tetap bersama melalui center unit terpadu. Harus ada aturan hukum-menyangkut anggaran-transparansi harus tercatat-RDA RS. BLU ini memiliki struktur organisasi dan tata kerja yang jelas. Pengelolaan sister hospital dikelola bagian bidang pelayanan.

Perwakilan RSCM menyampaikan belum banyak yang aware dengan penugasan residen ini. Sementara, skenarionya harus jelas, bisa duduk rapat bersama. Penentuan indikator kinerja harus dilakukan, berapa jumlah residen yang tubel dan non tubel. Non tubel harus dirancang berapa lama?. Penyusunan program atau deployment bukan hanya mengisi kekosongan, namun juga kesinambungan pelayanan kesehatan. Maka, harus ada kontrak di awal. Baru kemudian penempatan akan dilakukan. Monev kegiatan pertemuan dengan RSD binaan, pemda dan direktur RSCM dan Dekan FK UI. Bisa dipilah mana yang bisa ditanggung sendiri dan mana yg AIPMNH.

Perwakilan dari RS Harapan Kita memaparkan hingga saat ini, belum ada residen. Komitmen positif, melanjutkan MoU dengan UNPAD. Maka, ada beberapa hal yang diproyeksikan dilakukan ke depannya. Pertama, akan dibicarakan tentang kebijakan RSABHK tentang hal ini. Kedua, Akan didiskusikan dengan pihak FK UNPAD untuk dibuat MoU baru dalam hal pengiriman residen dan hire dokter spesalis yang baru lulus. Ketiga, kebutuhan awal ‘yang mungkin’ diperlukan bila kebijakannya adalah RSABHK akan ikut aktif dalam kegiatan tersebut adalah satu, dukungan dana untuk annual month/fee bagi tim khusus yang terdiri dari : Ketua, Sekretaris, Bendahara, pihak Unpad (7 orang). Dua, dukungan dana untuk operasional yaitu rapat rutin internal RSAB, rapat internal RSAB-UNPAD dan monev RSAB-UNPAD. Sementara, untuk sarana dan prasarana sudah mendukung.

Perwakilan dari bagian anak RS Moewardi, software pendukung sudah ada namun belum optimal. Indikator kinerja akan dilengkapi secara optimal. Selama ini kami lakukan sister hospital dengan Pemkab Boyolali, Pemkab Ende dan Panti Rapih

Poindari sesi ini yaitu akan ada pertemuan lanjutan untuk tindak lanjut ini, AIPMNH akan mendiskusikan hal ini.