Dampak Pandemi COVID-19 Pada Pendidikan Kedokteran

Category: Pengantar Mingguan Hits: 502

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah menyebabkan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pendidikan kedokteran dan sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia. Penyakit ini dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa dan menimbulkan tantangan bagi pendidikan kedokteran, karena instruktur harus menyampaikan kuliah dengan aman, sekaligus memastikan integritas dan kontinuitas proses pendidikan kedokteran. Oleh karena itu penting untuk menilai kegunaan metode pembelajaran online, dan untuk menentukan kelayakan dan kecukupannya bagi mahasiswa kedokteran.

Penelti bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang situasi yang dialami oleh mahasiswa kedokteran selama pandemi COVID-19, dan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan praktik mahasiswa kedokteran mengenai pendidikan kedokteran elektronik.

Sebuah survei cross-sectional dilakukan dengan mahasiswa kedokteran dari lebih dari 13 fakultas kedokteran di Libya. Survei berbasis kertas dan online dilakukan menggunakan email dan media sosial. Survei tersebut meminta informasi demografis dan sosial ekonomi, serta informasi yang berkaitan dengan pembelajaran online medis dan perangkat elektronik; status pendidikan medis selama pandemi COVID-19; penilaian kesehatan mental; dan pengetahuan, sikap, dan praktik e-learning. Belum ada vaksin untuk COVID-19.

Dengan demikian, pandemi ini tidak dapat disangkal akan terus mengganggu pendidikan dan pelatihan kedokteran. Saat menghadapi prospek penularan virus gelombang kedua, kita harus mengambil langkah - langkah tertentu dan membuat perubahan untuk meminimalkan efek wabah COVID-19 pada pendidikan kedokteran dan perkembangan pelatihan. Sekarang adalah saatnya untuk berubah, dan harus ada dukungan dan antusiasme untuk memberikan solusi yang valid untuk mengurangi gangguan ini, seperti pelatihan online dan pengalaman klinis virtual. Langkah - langkah ini kemudian dapat diikuti dengan pengalaman langsung yang disediakan di lingkungan yang aman. Artikel ini dipublikasikan pada November 2020 di jurnal PLOS One,

selengkapnya https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0242905