Ucapan Idul Fitri Pendok

Pakar Dunia Kumpul Bahas Peningkatan Pendidikan Kedokteran

YOGYAKARTA -- The South-East Asia Regional Association of Medical Education (Searame) telah berlangsung di Yogyakarta. Seminar internasional dari badan pendidikan kedokteran Asia Tenggara ini dihelat untuk membahas peningkatan kualitas pendidikan kedokteran.

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) jadi tuan rumah kedua pelaksanaan Searame. Kali ini, Peningkatan Kualitas Pendidikan Profesi Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Masa Depan yang Lebih Baik jadi tema utamanya.

Seminar yang berlangsung 5-8 Mei 2018 ini terselenggara atas kerja sama FKKMK UGM dengan Indonesian Association for the Study of Health Profession Education (IASHE) dan Indonesian Academy of Medical and Health Professions Education Experts (IAMHPE).


FKKMK UGM jadi tuan rumah seminar yang kali ini mengangkat tema Peningkatan Kualitas Pendidikan Profesi Kesehatan tersebut. (Wahyu Suryana / Republika)


Searame sendiri merupakan organisasi non pemerintah yang ada di bawa World Federation for Medical Education (WFME) yang fokus kepada pengarusutamaan standar tertinggi pendidikan kedokteran. WFME memiliki enam anggota asosiasi yang sesuai enam wilayah WHO. Keenam asosiasi itu di antaranya AMEE untuk Eropa, AMEEMR untuk Mediterania timur, AMEWPR untuk Pasifik, AMSA untuk Afrika, PAFAMS untuk Amerika Utara dan Selatan, serta Searame untuk regional Asia Tenggara.

Tahun ini, hadir sebagai pembicara kunci President WFME, David Gordon dan perwakilan WHO, Paranietharan. Selain itu, turut mengisi seminar Dekan FKKMK UGM, Ova Emilia, serta President Searame Indonesia, Titi Savitri.

President WFME, David Gordon menjelaskan, WFME melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan kedokteran yang memang luas. Tujuannya, tidak lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi semua.

"Dengan mempromosikan standar tertinggi dalam aspek manajemen, organisasi, dukungan dan mengirimkan pendidikan kedokteran, tapi tidak berkaitan dengan detail-detail apa yang diajarkan dalam pendidikan kedokteran atau metode dan pendekatan yang dilakukan," kata Gordon, Senin (7/5).

Senada, President Searame Indonesia, Titi Savitri menuturkan, tugas Searame memang melakukan promosi-promosi, diseminasi, dan memastikan standar-standar WFME itu dapat dilaksanakan di 11 negara anggota. Artinya, negara-negara anggota dapat memahami dan menjadikan standarnya sebagai rujukan, serta mendorong akreditasi terbentuk di masing-masing negara. Ini sesuai pula program WHO agar pada 2020 semua negara sudah melakukan akreditasi.

"Tugas kami memastikan negara-negara menggunakan standar-standar yang ada," ujar Titi.

-- http://www.republika.co.id/ --