Ucapan Idul Fitri Pendok

Wakil Dekan FK Unisma Hasilkan Model Terbaru Pelayanan Medis di Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang Farida Rusnianah telah merumuskan sebuah model pembelajaran dan penilaian untuk meningkatkan kompetensi dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

Model ini menjadi disertasi yang telah dipertahankannya di hadapan para penguji di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin (21/5/2018).

Dalam buku ringkasan yang diterima bisnis di ruang ujian, disertasi tersebut berjudul Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Tempat Kerja untuk Peningkatan Kompetensi Pelayanan Komprehensif Berpusat pada Pasien bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

Disertasi yang dipromotori Guru Besar Tetap FKUI Jenny Bashiruddin itu menyebutkan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memerlukan kompetensi pelayanan komprehensif yang berpusat pada pasien sebagai komponen utama pelayanan primer.

"Namun kemampuan dokter dalam pelayanan yang berpusat pada pasien di FKTP masih rendah," tulis Farida Rusnianah dalam disertasinya.

Padahal, optimalisasi implementasi dari sistem pelayanan kesehatan berjenjang dan program rujuk balik merupakan program Jaminan Kesehatan Nasional yang keberhasilannya ditentukan oleh dokter di FKTP.

Oleh karena itu, lanjut Farida, diperlukan terobosa pembelajaran dengan situasi nyata di tempat kerja serta penilaian terstandar yang diperlukan untuk meningkatkan kompetensi dokter dalam pelayanan.

Farida yang menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Universitas Brawijaya dan Magister Kesehatan di Universitas Airlangga itu memaparkan bahwa desain penelitian dari disertasinya adalah Penelitian Tindakan 4 Tahap.

Yaitu Tindakan Diganosis dengan metode survei yang melibatkan 96 pasien, 56 dokter dan 64 pendidik. Lalu Tindakan Perencanaan dengan Metode Delphi dengan responden yang terdiri dari 2 ahli pendidikan kedokteran dan 5 ahli pelayanan primer.

Kemudian Tindakan Implementasi sebagai uji coba model dengan 13 dokter sebagai kelompok intervensi dan 12 dokter sebagai kelompok kontrol. Terakhir adalah Tindakan Evaluasi denga metode Kirkpatrick untuk membuktikan efektivitas model.

-- http://lifestyle.bisnis.com/ --