A randomised controlled trial of a blended learning education intervention for teaching evidence-based medicine

Jurnal Open Access:

Sedikit penelitian yang telah dilakukan untuk menginformasikan cara terbaik untuk mengajarkan evidence based medicine (EBM) kepada pelajar ilmu kedokteran. Bukti saat ini hanya dapat menyimpulkan bahwa setiap bentuk pengajaran dapat meningkatkan kompetensi EBM, tetapi tidak dapat membedakan bentuk pengajaran mana yang paling efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa dalam EBM. Penelitian ini membandingkan keefektifan pembelajaran blended learning (BL) versus pembelajaran didaktik (DL) dari pengajaran EBM kepada mahasiswa kedokteran terkait dengan kompetensi, self-efficacy, sikap dan perilaku terhadap EBM.

Kesimpulan penelitian ini, BL tidak lebih efektif daripada DL dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para siswa kedokteran dalam EBM, tetapi secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan sikap siswa terhadap EBM dan penggunaan EBM yang dilaporkan sendiri dalam praktek klinis.

Selengkapnya 


The Effectiveness of Blended Learning in Health Professions: Systematic Review and Meta-Analysis

Blended learning, yang didefinisikan sebagai kombinasi dari pembelajaran tatap muka tradisional dan e-learning, telah berkembang pesat dan sekarang banyak digunakan dalam pendidikan. Kekhawatiran tentang efektivitas pembelajaran campuran telah menyebabkan semakin banyak studi tentang topik ini. Namun, belum ada kesimpulan kuantitatif yang mengevaluasi efektivitas blended learning pada akuisisi pengetahuan dalam profesi kesehatan.

Pada penelitian ini, blended learning memiliki efek positif yang konsisten dibandingkan dengan tidak ada intervensi dan tampaknya lebih efektif daripada atau setidaknya sama efektifnya dengan instruksi non blended untuk akuisisi pengetahuan dalam profesi kesehatan. Selain itu, desain penelitian pre - post test, kehadiran latihan, dan penilaian hasil obyektif dalam program campuran dapat meningkatkan perolehan pengetahuan peserta didik. Akibat heterogenitas yang besar, kesimpulan harus diperlakukan dengan hati-hati.

Selengkapnya


Building a sustainable clinical academic workforce to meet thefuture healthcare needs of Australia and New Zealand: reportfrom the first summit meeting

jurnal OpenJurnal Open Access:


Pelayanan kesehatan yang memenuhi persyaratan kualitas, keamanan, dan keefektifan biaya bergantung pada tenaga kerja medis terlatih, termasuk akademisi klinis yang kariernya mencakup komitmen spesifik untuk penelitian, pendidikan, dan / atau kepemimpinan.

Sudah menjadi rahasia umum jika bukan karena langkah - langkah untuk melatih tenaga kerja akademis klinis yang berkelanjutan, tidak mungkin untuk kita dapat mempertahankan pelayanan kesehatan atau mengatasi banyak tantangan layanan kesehatan yang kita hadapi. Pengenalan jalur pelatihan yang terintegrasi untuk akademisi klinis dianggap sebagai prioritas utama, yang memiliki implikasi signifikan yang membentuk tantangan dalam penyampaian layanan kesehatan dan pengembangan angkatan kerja.

Para pemimpin akademis klinis percaya bahwa strategi semacam itu akan meningkatkan hasil kesehatan bagi pasien, meningkatkan produktivitas sistem kesehatan dan memberikan peluang untuk mengurangi biaya dalam sistem perawatan kesehatan dan meningkatkan kualitas pelatihan.

Selengkapnya