Reportase: Diskusi dan Koordinasi Pengelolaan SDM di Fakultas Kedokteran dan RS Pendidikan

WhatsApp Image 2018 01 05 at 6.26.30 PMYogyakarta- Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) telah menyelenggarakan kegiatan Diskusi dan Koordinasi Pengelolaan SDM Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan pada Rabu (03/01/2018). Kegiatan ini mendatangkan narasumber Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD (Dirjen Sumber Daya Iptek DIKTI) dan Agus Praptana, S.Sos, M.AP(Kasubdit Kenaikan Pangkat dan Jabatan Badan Kepegawaian Negara).
Kegiatan ini dibuka oleh Prof. dr. Ova Emilia, Mmed.Ed., Sp.OG (K) PhD selaku Dekan FK UGM. Prof. Ova mengutarakan banyak ketidaksesuaian aturan yang ada di lapangan yang membuat risau. Beliau berharap Prof. Ali Ghufron sebagai Ketua Komite Bersama dapat menjadi penyambung Kemenkes dan Kemenristekdikti sebagai problem solver. “Peserta disilakkan untuk menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi untuk didiskusikan solusinya bersama.” Tegasnya.

BACA SELENGKAPNYA 


Persepsi Mahasiswa Kedokteran Terhadap Pergantian Kurikulum di Kuwait

Problem Based Learning (PBL) adalah metode pembelajaran yang dikembangkan dalam pendidikan kedokteran. Dulu kurikulum yang digunakan dalam mendidik dokter adalah dengan metode tradisional yaitu seperti perkuliahan pada umumnya. Dengan metode PBL diharapkan dokter yang dihasilkan akan lebih baik dan berkualitas. Perubahan kurikulum dilakukan di Kuwait dari metode tradisional menjadi PBL. Setiap mahasiswa saat itu memiliki berbagai macam tanggapan terhadap perubahan yang dilakukan oleh pihak universitas. Pada peneilitan ini akan dilihat mengenai tanggapan-tanggapan mereka terhadap perubahan ini.

BACA SELENGKAPNYA next

Role Model dalam Pendidikan Kedokteran

Pendidik adalah seorang role model dalam segala bentuk pendidikan. Seorang role model yang baik seharusnya memiliki karakter dan perilaku yang patut untuk dicontoh. Pada dunia pendidikan kedokteran role model bisa seorang dokter spesialis, residen, dokter umum, atau dosen yang bukan dokter. Artikel ini menunjukkan interaksi antara mahasiswa pendidikan kedokteran dengan residen dalam proses pendidikan baik klinis maupun non klinis. Dijelaskan bahwa sekitar 25% waktu dari residen habis untuk mengajar dan pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa interaksi ini sangat dinikmati oleh kedua pihak baik mahasiswa maupun residen. Ini menunjukkan hal yang sangat baik dan sudah terjadi begitu lama setelah adanya proses pendidikan dokter spesialis.

BACA SELENGKAPNYA next