Tujuan Hidden Curriculum Dalam Membentuk Seorang Dokter

Setiap mahasiswa yang memulai pendidikan kedokteran akan berpikir bahwa pendidikan yang ada pada fakultas kedokteran hanya untuk membentuk kemampuan intellegence dari seorang dokter. Anggapan ini seharusnya kurang tepat karena banyak hal lain yang akan didapatkan. Jika melihat proses pendidikan dokter dan dokter spesialis ada beberapa hal yang diajarkan tidak didalam ruang kelas bahkan ruang ilmiah ataupun ruang keterampilan klinis. Bagi beberapa mahasiswa ini hal yang tidak penting bahkan mempertanyakan kenapa hal ini dilakukan. Namun beberapa mahasiswa lain memahami bahwa ini adalah proses pendidikan yang akan menempa mereka menjadi seorang dokter yang baik.

Salah satu hal yang ingin ditanamkan adalah profesionalitas dokter. Pengikisan profesionalitas dokter sudah banyak terjadi melalui beberapa kasus belakangan ini. Imbasnya adalah kepercayaan sosial terhadap dokter yang menurun. Padahal untuk dapat memberikan pengobatan yang baik adalah dengan keperayaan dari pasien itu sendiri, maka sangat diperlukan sekali kepercayaan bagi dokter. Secara teori aspek profesionalitas ini sudah diajarkan pastinya ketika menempuh pendidikan sarjana sebelum menempuh coasisten. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mematuhi hal tersebut.

Angin Segar untuk Pemenuhan Tenaga Dokter Batam

Sudah kita ketahui bersama, banyak Fakultas Kedokteran di Indonesia yang berada di kota besar. Sayangnya, hal tersebut memicu persebaran jumlah dokter yang tidak merata di daerah. Kabar baik baru saja datang dari batam, Kepulauan Riau. Saat ini FK Universitas Batam (Uniba) sudah menyandang Akreditasi B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM PTkes) nomor 0354/LAM/PTkes/Akr/Prov/VI/2017. Dengan diraihnya akreditasi ini, lulusan Sarjana Kedokteran (Sked) yang dicetak oleh Fakultas tersebut tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Seiring dengan kekurangan jumlah dokter di provinsi Kepulauan Riau, hal ini menjadi sebuah angin segar yang diharapkan akan menambah jumlah dokter nantinya. Tujuan akhirnya agar dapat membantu masyarakat di pulau-pulau atau kecamatan yang belum memiliki dokter. Pemerintah kota dan daerah juga sebaiknya memberikan dukungan akan hal ini, karena sudah sejalan dengan visi dan misi untuk menyehatkan seluruh masyarakat.

BACA SELENGKAPNYA